Anggota DPRD Singgung Proyek Galian Bikin Macet di Jakarta Makin Parah

AKURAT.CO Hujan deras yang mengguyur Jakarta kemarin membawa cerita lama yang kembali terulang. Jalanan macet, kendaraan merayap, dan warga yang terjebak berjam-jam di tengah derasnya hujan.
Banyak pengendara mengeluh. Ningsih (37) seorang ibu yang hendak menjemput anaknya dari sekolah di kawasan Jakarta Barat, misalnya, harus menunggu hampir dua jam hanya untuk melewati jalan sepanjang tiga kilometer.
"Biasanya 15 menit sudah sampai, kemarin benar-benar tersiksa," keluhnya kepada wartawan, Kamis (21/8/2025).
Baca Juga: Kultur Kendaraan Pribadi Jadi Akar Kemacetan Jakarta
Anggota DPRD Provinsi Jakarta Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, menilai salah satu penyebab utama kemacetan adalah proyek galian yang dikerjakan di sepanjang jalan.
"Kalau kita melihat kondisinya kemarin, memang kemacetan di beberapa titik itu diakibatkan oleh galian-galian yang sedang dibangun Pemprov DKI," ujar Bun Joi saat dihubungi.
Selain itu, titik pertemuan antara dua jalan besar seperti di pertigaan dan perempatan, juga memperparah situasi. "Kepadatan di titik-titik itu membuat kendaraan berjalan sangat lambat," ungkapnya.
Baca Juga: Jakarta Macet Parah Hari Ini: Berikut 4 Penyebabnya
Dia menegaskan, manajemen proyek galian perlu segera diperbaiki agar tidak semakin membebani mobilitas warga. Di sisi lain, peran kepolisian juga penting untuk mengatur arus lalu lintas, terutama ketika hujan deras turun.
"Kepolisian harus hadir di titik-titik rawan untuk mencegah penumpukkan kendaraan," imbuhnya.
Warga Jakarta kini berharap, keluhan soal macet akibat proyek jalan tidak sekadar dicatat, tetapi benar-benar ditindaklanjuti.
Sebab bagi mereka, waktu yang terbuang di jalan bukan sekadar soal macet, melainkan soal pulang lebih cepat ke rumah, menjemput anak sekolah tepat waktu, atau sekadar tiba di kantor tanpa basah kuyup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








