Herman Deru Tegaskan Sinkronisasi Pembangunan Pusat-Daerah di Musrenbang Sumsel

AKURAT.CO Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan antara pusat dan daerah.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumsel di Griya Agung, Selasa (14/4/2026), yang turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya.
Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan arah pembangunan Sumatera Selatan harus sejalan dengan kebijakan nasional, namun tetap adaptif terhadap karakteristik dan kebutuhan daerah.
Ia menyebut gubernur memiliki peran strategis sebagai koordinator dan pembina bagi kabupaten/kota.
“Pemprov Sumsel siap memastikan perencanaan pembangunan daerah linier dengan perencanaan nasional agar program berjalan terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sumatera Selatan saat ini berada dalam fase transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih cepat, akuntabel, dan sesuai regulasi.
Kehadiran pemerintah pusat dinilai penting untuk memperkuat sinkronisasi kebijakan pembangunan.
Salah satu isu strategis yang dibahas dalam forum tersebut adalah struktur belanja daerah, khususnya belanja pegawai.
Baca Juga: MyRepublic Luncurkan MyRepublic Air, Perluas Akses Internet ke 90 Kota
Herman Deru menyoroti batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen pada 2027 yang menjadi tantangan bagi pemerintah kabupaten/kota.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar tidak menimbulkan persoalan baru, seperti peningkatan angka pengangguran.
“Efisiensi anggaran harus tetap mempertimbangkan aspek sosial dan keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan keberhasilan pembangunan provinsi sangat bergantung pada kontribusi kabupaten/kota. Karena itu, sinergi dan integrasi perencanaan menjadi kunci utama.
“Provinsi adalah bingkai dari kabupaten/kota. Capaian pembangunan merupakan hasil kerja bersama, sehingga integrasi harus dijaga agar tidak terjadi disorientasi,” katanya.
Dalam konteks prioritas, Sumatera Selatan tetap menitikberatkan pembangunan pada sektor infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi.
Ia menilai pendekatan pembangunan di Sumatera harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan historis yang berbeda dengan Pulau Jawa.
Herman Deru juga mendorong peningkatan kemandirian daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk dengan dukungan regulasi dari pemerintah pusat agar daerah memiliki ruang inovasi yang lebih luas.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh kepala daerah untuk konsisten terhadap dokumen perencanaan yang telah disusun dan menghindari revisi yang berpotensi mengganggu sinkronisasi dengan pemerintah pusat.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya memaparkan empat kunci sukses pembangunan nasional, yakni visi yang konsisten lintas generasi, kemandirian nasional, pemerintahan yang efektif, serta kolaborasi dan inovasi.
Baca Juga: Cara Mempercepat Kinerja Laptop Tanpa Aplikasi Tambahan, Alasan Bisa Melambat Seiring Waktu
Ia menilai tata kelola pemerintahan saat ini berada dalam fase yang menantang di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Proses harus cepat, output harus tepat. Aparatur dituntut tidak hanya cerdas, tetapi juga terampil dan andal,” ujarnya.
Bima Arya juga menyoroti pentingnya meninggalkan pola kerja lama yang tidak efektif serta memanfaatkan momentum bonus demografi untuk mendorong Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi capaian Sumatera Selatan dalam pengendalian inflasi dan penurunan angka stunting.
Musrenbang ini turut dihadiri perwakilan kementerian/lembaga, DPRD, Forkopimda, serta kepala daerah se-Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya menyusun perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









