Empat Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Tiga Pasien Sudah Sembuh

AKURAT.CO Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta menemukan empat kasus Hantavirus di wilayah Jakarta.
Dari jumlah tersebut, tiga pasien dinyatakan sembuh dengan gejala ringan. Sementara, satu orang masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinkes Provinsi Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan, hingga saat ini belum ada tambahan kasus baru Hantavirus di Jakarta dan seluruh temuan masih terus dipantau.
"Sampai sekarang ini ada empat kasus yang sudah kita temukan. Tiga orang sudah sembuh dengan gelaja ringan. Satu orang masih suspek," jelasnya, kepada wartawan di Gedung DPRD Provinsi Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut Ani, status satu pasien suspek belum dapat dipastikan positif Hantavirus karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: Tiga Orang Meninggal Dunia Sejak Hantavirus Masuk Indonesia pada 2024
"Diagnosisnya masih menunggu penegakan melalui pemeriksaan laboratorium. Jadi, belum dinyatakan positif," ujarnya.
Ani menyebut Hantavirus bukan merupakan virus baru seperti Covid-19 yang sempat menjadi penyakit baru secara global. Virus ini telah lama dikenal dan rutin dipantau setiap tahun oleh otoritas kesehatan.
"Hantavirus sebetulnya virus lama, bukan virus baru seperti Covid-19. Virus ini telah lama dikenal dan rutin dipantau setiap tahun," ujarnya.
Penularan Hantavirus umumnya terjadi dari hewan tikus ke manusia, baik melalui air liur, urine maupun kotoran yang mencemari lingkungan. Penularan juga dapat terjadi melalui debu yang terkontaminasi lalu terhirup oleh manusia.
"Penularannya melalui tikus, baik air liur, air seni maupun kotorannya yang terkontaminasi manusia. Bisa juga dari debu yang terhirup," ujar Ani.
Baca Juga: Wabah Hantavirus yang Mematikan, Eropa Memberlakukan Karantina terhadap Penumpang Kapal Pesiar
Hantavirus memiliki banyak varian. Namun, berdasarkan penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya varian Andes yang diketahui dapat menular antarmanusia dan sejauh ini baru ditemukan di Amerika Selatan.
"Varian Andes ditemukan di Amerika Selatan dan sampai saat ini belum ditemukan di Indonesia," kata Ani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





