Jakpro Targetkan 'Zero Accident' dalam Pembangunan LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai

AKURAT.CO PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro bersama kontraktor pelaksana proyek LRT Jakarta Fase 1B menegaskan komitmennya mengutamakan aspek keselamatan kerja dan kenyamanan masyarakat, dalam pembangunan proyek LRT rute Velodrome-Manggarai.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan standar keselamatan konstruksi, yang mengacu pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 serta standar internasional ISO 45001:2018.
Penerapan dua standar itu mewajibkan audit berkala, pelaporan insiden secara transparan, hingga evaluasi dan perbaikan berkelanjutan selama proyek berlangsung.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Massal Lumpuhkan Palembang, LRT Sempat Berhenti Mendadak dan Penumpang Panik
Direktur Proyek LRT Jakarta Fase 1B, Ramdani Akbar, menegaskan pembangunan transportasi publik modern tidak hanya berfokus pada percepatan proyek, tetapi juga perlindungan terhadap pekerja dan masyarakat sekitar.
"Keselamatan bukan hanya bagian dari prosedur proyek, tetapi menjadi budaya kerja yang terus kami bangun bersama seluruh mitra dan pekerja di lapangan. Kami ingin memastikan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B berjalan produktif, aman, dan tetap memperhatikan kenyamanan warga," kata Ramdani dalam keterangannya, dikutip Minggu (24/5/2026).
Proyek LRT Jakarta Fase 1B dibangun di kawasan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi dan ruang kerja yang terbatas. Kondisi tersebut membuat aspek mitigasi risiko dan perlindungan terhadap warga sekitar menjadi perhatian utama selama proses konstruksi berlangsung.
Seluruh pekerjaan konstruksi dilakukan dengan pengawasan ketat guna meminimalkan potensi gangguan maupun risiko keselamatan, baik bagi pekerja maupun pengguna jalan di sekitar area proyek.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan keamanan publik.
Baca Juga: Jadi Solusi Mobilitas, Pramono Buka Peluang LRT Jakarta Tersambung ke PIK 2 dan Bandara Soetta
"Sejak pembangunan dimulai, proyek LRT Jakarta Fase 1B telah mencatatkan total 6.405.252 jam kerja tanpa kecelakaan kerja atau zero acciden, juga menyerap sebanyak 1.160 tenaga kerja," ujarnya.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator bahwa penerapan budaya keselamatan kerja berjalan konsisten di seluruh tahapan pembangunan.
Jakpro menilai keberhasilan menjaga zero accident, di tengah kompleksitas proyek konstruksi perkotaan menjadi tantangan tersendiri, terutama karena pekerjaan dilakukan di area padat aktivitas masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







