Akurat Logo

Pramono Bongkar Jurus Jakarta Maju: Pembangunan Infrastruktur Harus Dengar Aspirasi Warga

Okto Rizki Alpino | 24 Juni 2026, 22:38 WIB
Pramono Bongkar Jurus Jakarta Maju: Pembangunan Infrastruktur Harus Dengar Aspirasi  Warga
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri Cita Loka Festival 2026 di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pembangunan kota tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur. Menurutnya, kemajuan Jakarta harus berjalan seiring dengan kemampuan pemerintah mendengar dan memenuhi kebutuhan warga.

"Bagi saya, Jakarta ini kalau mau baik, maju, nyaman, aman, maka yang paling utama adalah bagaimana selain membangun infrastrukturnya adalah mendengar apa yang menjadi keinginan warganya," kata Pramono, saat menghadiri Cita Loka Festival 2026 di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Dia menilai, seorang pemimpin harus menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak boleh membangun program atau fasilitas yang tidak dibutuhkan warga.

Baca Juga: Pramono Siapkan Beasiswa Lewat LPDP Khusus Jakarta di 2027, Kuota Capai 75 Penerima

"Pemimpin itu harus mendengar apa yang menjadi keinginannya. Tidak kemudian membangun sesuatu yang tidak diperlukan oleh masyarakat," ujarnya.

Untuk memastikan suara warga terserap dengan baik, Pemprov Jakarta mengoptimalkan berbagai kanal pengaduan digital. Di antaranya melalui super app JAKI dan sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM) yang menjadi sarana penyampaian keluhan, masukan, hingga laporan dari masyarakat.

Pramono mengatakan, sistem tersebut menunjukkan hasil yang signifikan. Dari ratusan ribu aduan yang masuk, mayoritas telah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. "Hampir 299.000 (aduan) itu kita tangani. Jadi hampir 98 persen ditangani," katanya.

Menurutnya, respons cepat terhadap berbagai persoalan warga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah itu juga menjadi fondasi untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang lebih nyaman, aman, dan layak huni.

Berbagai pembenahan yang dilakukan Pemprov Jakarta secara bertahap mulai menunjukkan hasil. Perbaikan tersebut mencakup perluasan layanan transportasi publik hingga wilayah penyangga, penanganan dan pengelolaan sampah, serta pengendalian banjir yang menjadi persoalan klasik Jakarta.

Baca Juga: Bursa Transfer: Persija Jakarta Dikabarkan Incar Pemain Jepang dan Eks Kiper Persib Bandung

Seiring dengan upaya tersebut, posisi Jakarta dalam indeks kota global turut mengalami peningkatan. Saat ini Jakarta berada di peringkat ke-71 dunia, naik dari posisi sebelumnya di peringkat ke-74.

Kenaikan peringkat itu, menjadi indikator bahwa berbagai program pembenahan kota mulai mendapat pengakuan di tingkat global.

Namun, dia menegaskan keberhasilan Jakarta tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan capaian indeks, melainkan dari sejauh mana pemerintah mampu menjawab kebutuhan serta harapan warganya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.