Pramono Bongkar Jurus Jakarta Maju: Pembangunan Infrastruktur Harus Dengar Aspirasi Warga

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pembangunan kota tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur. Menurutnya, kemajuan Jakarta harus berjalan seiring dengan kemampuan pemerintah mendengar dan memenuhi kebutuhan warga.
"Bagi saya, Jakarta ini kalau mau baik, maju, nyaman, aman, maka yang paling utama adalah bagaimana selain membangun infrastrukturnya adalah mendengar apa yang menjadi keinginan warganya," kata Pramono, saat menghadiri Cita Loka Festival 2026 di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Dia menilai, seorang pemimpin harus menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak boleh membangun program atau fasilitas yang tidak dibutuhkan warga.
Baca Juga: Pramono Siapkan Beasiswa Lewat LPDP Khusus Jakarta di 2027, Kuota Capai 75 Penerima
"Pemimpin itu harus mendengar apa yang menjadi keinginannya. Tidak kemudian membangun sesuatu yang tidak diperlukan oleh masyarakat," ujarnya.
Untuk memastikan suara warga terserap dengan baik, Pemprov Jakarta mengoptimalkan berbagai kanal pengaduan digital. Di antaranya melalui super app JAKI dan sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM) yang menjadi sarana penyampaian keluhan, masukan, hingga laporan dari masyarakat.
Pramono mengatakan, sistem tersebut menunjukkan hasil yang signifikan. Dari ratusan ribu aduan yang masuk, mayoritas telah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. "Hampir 299.000 (aduan) itu kita tangani. Jadi hampir 98 persen ditangani," katanya.
Menurutnya, respons cepat terhadap berbagai persoalan warga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah itu juga menjadi fondasi untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang lebih nyaman, aman, dan layak huni.
Berbagai pembenahan yang dilakukan Pemprov Jakarta secara bertahap mulai menunjukkan hasil. Perbaikan tersebut mencakup perluasan layanan transportasi publik hingga wilayah penyangga, penanganan dan pengelolaan sampah, serta pengendalian banjir yang menjadi persoalan klasik Jakarta.
Baca Juga: Bursa Transfer: Persija Jakarta Dikabarkan Incar Pemain Jepang dan Eks Kiper Persib Bandung
Seiring dengan upaya tersebut, posisi Jakarta dalam indeks kota global turut mengalami peningkatan. Saat ini Jakarta berada di peringkat ke-71 dunia, naik dari posisi sebelumnya di peringkat ke-74.
Kenaikan peringkat itu, menjadi indikator bahwa berbagai program pembenahan kota mulai mendapat pengakuan di tingkat global.
Namun, dia menegaskan keberhasilan Jakarta tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan capaian indeks, melainkan dari sejauh mana pemerintah mampu menjawab kebutuhan serta harapan warganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







