Program Prabowo di Jambi Melesat, Sekolah Rakyat Ditargetkan Selesai Juni 2026

AKURAT.CO Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Bagan Pete, Kota Jambi, berjalan sesuai target.
Hingga awal Juni 2026, progres pembangunan telah mencapai 70,33 persen dan ditargetkan rampung pada akhir bulan ini.
“Dengan dukungan Gubernur, Wali Kota, Kementerian PU, dan jajaran lainnya, pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Jambi berjalan sesuai rencana. Kita optimistis target akhir Juni bisa tercapai,” ujar Gus Ipul saat meninjau lokasi pembangunan, dikutip Senin (8/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Gubernur Jambi Al Haris dan Wali Kota Jambi Maulana.
Sekolah Rakyat permanen Jambi dibangun di atas lahan seluas 5,56 hektare dan dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama. Pembangunan dimulai pada 4 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026.
Kompleks pendidikan ini akan melayani jenjang SD, SMP, dan SMA dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama siswa dan guru, ruang guru, fasilitas olahraga, hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler.
Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi, aman, dan berkualitas bagi peserta didik.
Gus Ipul menegaskan percepatan pembangunan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan pengawasan ketat dari Kementerian Pekerjaan Umum agar kualitas pembangunan tetap terjaga.
“Seluruh tahapan pekerjaan terus dikawal agar selesai tepat waktu, karena ini berkaitan langsung dengan kesiapan penerimaan siswa dan dimulainya proses pembelajaran,” katanya.
Sejalan dengan progres pembangunan fisik, proses penerimaan peserta didik baru juga telah berjalan.
Pada tahun pertama operasional, Sekolah Rakyat Jambi akan menerima sekitar 300 siswa, masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Baca Juga: Belanja Pegawai Pemda Tembus 30 Persen, DPR Siapkan Revisi UU HKPD
Dalam tiga tahun ke depan, kapasitas sekolah ditargetkan meningkat hingga mencapai sekitar 1.000 siswa.
“Proses penerimaan sudah berjalan. Insya Allah pembelajaran akan dimulai di gedung ini setelah pembangunan selesai,” ujar Gus Ipul.
Pemerintah juga tengah mempercepat rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga pendukung.
Secara nasional, ribuan guru, wali asuh, dan wali asrama disiapkan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Dalam penentuan peserta didik, pemerintah menggunakan sistem pendataan terintegrasi yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, pemerintah daerah, hingga diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Data yang kita gunakan harus benar-benar akurat, sehingga program ini tepat sasaran dan benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan,” jelasnya.
Gus Ipul mengungkapkan minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat cukup tinggi.
Secara nasional, jumlah pendaftar untuk jenjang SMP dan SMA telah melampaui target, sementara untuk jenjang SD pemerintah masih terus memperkuat proses penjangkauan agar kuota terpenuhi secara optimal.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Jambi merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan sekaligus mempercepat pemerataan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








