Akurat Logo

Pemerintah Percepat Revitalisasi Satuan Pendidikan Wilayah 3T di NTT

Ayu Rachmaningtyas | 23 Juli 2026, 09:43 WIB
Pemerintah Percepat Revitalisasi Satuan Pendidikan Wilayah 3T di NTT
Revitalisasi satuan pendidikan di NTT menjadi upaya pemerintah memperkuat kualitas layanan. Foto: Kemendikdasmen

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mempercepat pembangunan sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menjelaskan, sepanjang 2025, Kemendikdasmen merevitalisasi 383 satuan pendidikan di NTT, yang terdiri atas 23 PAUD, 131 SD, 105 SMP, 95 SMA, 24 SMK, serta 5 SKB/PKBM.

Pada 2026, program tersebut berlanjut dengan menyasar 175 satuan pendidikan, meliputi 78 PAUD, 52 SD, 36 SMP, 5 SMA, dua SMK, dan dua PKBM/SKB.

Menurutnya, revitalisasi sekolah merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang setara, tanpa terhalang kondisi geografis.

Baca Juga: Bangunan Sekolah Rusak, Pemprov Jakarta Pastikan Hak Belajar Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Tetap Terpenuhi

Revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah tetapi memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

"Wilayah 3T menjadi prioritas agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan yang bermutu," ujar Abdul Mu'ti, dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Kelanjutan program revitalisasi satuan pendidikan di NTT menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan.

"Dengan sarana dan prasarana yang semakin memadai, peserta didik dan pendidik diharapkan dapat menjalankan proses pembelajaran secara lebih optimal. Sekaligus memperkecil kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah," jelas Abdul Mu'ti.

Baca Juga: Sekolah Nasional Terintegrasi Resmi Dibuka, Apa Bedanya dengan Sekolah Rakyat dan SMA Unggul Garuda?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.