Pramono Bakal Cabut Izin Pengusaha Jasa Angkut yang Buang Sampah secara Ilegal

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menindak tegas penyedia jasa angkut sampah, perusahaan, dan pengelola kawasan yang membuang maupun menimbun sampah secara ilegal.
Pelaku pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan hukum, mulai dari sanksi administratif, publikasi ketidakpatuhan, hingga pembekuan dan pencabutan izin usaha.
Kebijakan tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pengelolaan sampah, sekaligus memastikan tanggung jawab pengelolaan sampah tidak dibebankan kepada pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, setiap pelaku usaha yang memperoleh keuntungan dari jasa pengangkutan sampah wajib mengelola sampah secara benar dan sesuai aturan.
"Secara khusus, saya ingin mengingatkan, kasus atau peristiwa yang terjadi di Penjaringan, di mana transportasinya, pengumpulnya itu swasta. Mereka mengumpulkan sampah dari horeka, mengambil keuntungan yang berlebihan kemudian ditimbun di Penjaringan. Dan akhirnya menjadi persoalan yang harus diselesaikan oleh Pemerintah DKI Jakarta," jelas Pramono, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Sistem Pengelolaan Sampah Jakarta Diubah Total, Mulai 1 Agustus Hanya Residu Dikirim ke Bantargebang
Ia menilai praktik tersebut tidak bisa lagi ditoleransi karena berdampak pada pencemaran lingkungan, merugikan masyarakat, dan membebani pelayanan publik.
Karena itu, Pemprov DKI akan memastikan seluruh penyedia jasa angkut sampah maupun pelaku usaha menjalankan kewajibannya secara bertanggung jawab.
"Kalau selama ini pihak swasta seperti penyedia jasa angkut sampah, perusahaan, dan pengelola kawasan tidak pernah kita proses secara hukum, kali ini saya sudah meminta kepada seluruh jajaran untuk mengumumkan kepada publik dan memprosesnya secara hukum," ujar Pramono.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan, penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, terukur, dan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran.
Langkah itu tidak hanya bertujuan memberikan efek jera, tetapi juga menciptakan tata kelola pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkeadilan.
Baca Juga: Resmikan Rumah Maggot di Depok, Garudafood Dorong Kemandirian Warga Kelola Sampah Organik
"Pelaku usaha harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan maupun yang diangkutnya. Pemerintah tidak boleh terus-menerus menanggung akibat dari pelanggaran yang dilakukan pihak yang memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut," ujarnya.
Dudi menjelaskan, sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan, pelaku usaha yang tidak memenuhi kewajiban akan dikenai teguran tertulis secara bertahap. Yakni teguran pertama selama 14x24 jam, teguran kedua 7x24 jam, dan teguran ketiga 3x24 jam.
Apabila teguran ketiga tetap diabaikan, Pemprov DKI akan memublikasikan nama perusahaan atau pengelola kawasan melalui kanal resmi pemerintah sebagai pihak yang berpotensi mencemari lingkungan.
Selain itu, bagi pemegang izin usaha pengelolaan sampah maupun izin usaha pelayanan angkutan di bidang kebersihan, sanksi dapat ditingkatkan menjadi pembekuan sementara hingga pencabutan izin usaha.
"Jika teguran tertulis ketiga tidak dipatuhi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dapat menjatuhkan sanksi berupa pembekuan sementara hingga pencabutan izin usaha berdasarkan rekomendasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau pejabat yang berwenang," jelas Dudi.
Baca Juga: Pemerintah Bangun PSEL Denpasar Raya, Sampah Diolah Jadi Listrik Mulai Akhir 2027
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








