Relokasi Pedagang Ikan Subuh Kramat Jati, Pramono Gratiskan Retribusi Selama Enam Bulan

AKURAT.CO Pemerintah (Pemprov) Jakarta merelokasi pedagang ikan subuh dari pelataran Jalan Kramat Jati ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati, Jakarta Timur. Sejalan dengan relokasi ini, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, akan menggratiskan retribusi pedagang enam bulan.
"Untuk tempat ini, Lokbin yang ada di Kramat Jati bagi para pedagang, selama enam bulan kami retribusi atau iurannya kami gratiskan," kata Pramono saat meninjau Lokbin pedagang ikan subuh Kramat Jati, Selasa (1/9/2026).
Penataan pedagang Kramat Jati merupakan bagian dari upaya mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik. Pemerintah Jakarta ingin kawasan tersebut menjadi lebih tertib dan rapi tanpa menghilangkan ruang pedagang untuk mencari nafkah.
Baca Juga: Bikin Jalan Licin hingga Sebabkan Kecelakaan, Pedagang Ikan Subuh Kramat Jati Mulai Direlokasi
"Selain memberikan ruang untuk para pedagang bisa mencari nafkah sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik," ujarnya.
Menurut Pramono, terdapat sekitar 614 hingga 640 pedagang yang disiapkan lokasi baru. Sebanyak 331 pedagang ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 pedagang ikan di Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue di Lokbin Cililitan, dan 45 pedagang lainnya di pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Dia mengakui, penataan tersebut bukan pekerjaan mudah. Aktivitas perdagangan di kawasan Kramat Jati telah berlangsung lebih dari 50 tahun, sejak awal dekade 1970-an.
Dukungan pedagang dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting agar penataan tersebut berjalan. Pramono pun telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat Yusuf Rizal serta koordinator pedagang, Muttarom.
Dia berharap, penataan itu dapat mengubah kawasan Kramat Jati menjadi lebih tertib. Dia menyebut Kramat Jati sebagai kawasan pasar subuh sehingga aktivitas perdagangan berlangsung sejak dini hari.
Salah seorang pedagang ikan, Suhiba, mengaku lebih nyaman berjualan di lokasi baru. Perempuan yang telah berdagang di kawasan tersebut selama lebih dari 30 tahun itu mengatakan aktivitas jualannya tetap berjalan meski dipindahkan ke dalam Lokbin.
Baca Juga: Program Pembiayaan Bank Jakarta Bikin Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Untung Berlipat
Menurut dia, pelanggan tetap masih datang setelah pemindahan. Suhiba juga mengatakan tidak keberatan jika nantinya harus membayar retribusi selama tempat berjualan tetap nyaman.
Penataan kawasan tersebut juga disertai rencana pembentukan koperasi. Pramono mengatakan koperasi itu nantinya dapat menyuplai kebutuhan ikan sejumlah rumah sakit yang dikelola Pemerintah Jakarta.
"Ada gagasan untuk mendirikan koperasi dan koperasi inilah yang kemudian akan menyuplai beberapa rumah sakit-rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, karena pasti di sini ikannya segar dan ikannya juga murah," kata Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








