TNI Temukan 316 Titik Sumber Air untuk Jinakkan Karhutla

AKURAT.CO TNI menemukan sebanyak 316 titik sumber air dari sumur bor untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengatakan, keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla di lapangan.
Karena itu, jajaran TNI di sejumlah wilayah melakukan pencarian titik-titik sumber air yang dapat digunakan untuk mendukung operasi pemadaman.
"Hingga saat ini kami sampaikan sudah ditemukan atau sudah didapatkan 316 titik sumber air yang didapatkan dari sumur bor yang tersebar mulai dari wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Selatan, Provinsi Lampung maupun daerah Provinsi Riau," kata Nas dalam konferensi pers secara daring, Selasa (8/9/2026).
Menurut Nas, keberadaan ratusan titik sumber air tersebut diharapkan dapat mempermudah personel dalam melakukan pemadaman, khususnya di lokasi yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air.
Selain mengandalkan sumber air dari sumur bor, TNI juga mengerahkan kekuatan udara untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla.
TNI Angkatan Udara saat ini mengoperasikan 13 pesawat, baik jenis fixed wing maupun rotary wing.
Selain itu, delapan helikopter disiapkan untuk mendukung operasi water bombing, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga patroli udara.
"Pesawat TNI AU yang saat ini beroperasi untuk mendukung kegiatan ini adalah ada 13 unit pesawat udara, baik itu fixed wing maupun rotary wing, dan 8 heli disiapkan untuk melaksanakan water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun patroli udara," jelasnya.
TNI juga menyiapkan Tim Alfa untuk menjangkau titik-titik rawan yang sulit diakses menggunakan kendaraan darat.
"Kegiatan Tim Alfa yang disiapkan oleh Mabes TNI standby untuk menuju ke titik-titik yang rawan dan dianggap perlu dan tidak dapat dicapai oleh transportasi darat, sehingga mereka melaksanakan penerjunan ataupun fast rope ke tempat yang rawan tersebut," ujar Nas.
Baca Juga: Abu Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Cemaran Udara Lampung-Jakarta Mulai Berkurang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









