Pengibaran Bendera GAM di Lhokseumawe Terbongkar, Aparat Temukan Senjata Api

AKURAT.CO Markas Besar (Mabes) TNI mengungkap adanya temuan senjata api dalam aksi massa yang mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kota Lhokseumawe, Aceh.
Aksi tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum, terutama saat Aceh masih berada dalam tahap pemulihan pascabencana.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan, dalam aksi tersebut sebagian peserta melakukan konvoi sambil mengibarkan bendera bulan bintang yang selama ini diidentikkan dengan simbol GAM.
“Sebagian massa mengibarkan bendera bulan bintang yang identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM), disertai teriakan yang berpotensi memancing reaksi publik dan mengganggu ketertiban umum, terlebih di tengah upaya pemulihan Aceh pascabencana,” ujar Freddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/12/2025).
Freddy menyebutkan, aparat keamanan kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap peserta aksi.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan kepemilikan senjata api dan senjata tajam oleh salah satu orang dalam kelompok massa.
“Dalam pemeriksaan lanjutan, aparat menemukan satu pucuk senjata api jenis Colt M1911 lengkap dengan munisi, magazen, serta senjata tajam,” jelasnya.
Baca Juga: TNI: Pembubaran Aksi Bermuatan Simbol GAM Dilakukan Humanis dan Sesuai Hukum
Menurut Freddy, langkah pengamanan dilakukan semata-mata untuk mencegah eskalasi situasi serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Aceh.
Ia menegaskan komitmen TNI untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif agar masyarakat dapat fokus menjalani pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.
“TNI berkomitmen menjaga Aceh tetap aman, damai, dan kondusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga masyarakat dapat fokus pada pemulihan kehidupan pascabencana,” tegasnya.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan aksi sekelompok warga melakukan konvoi sambil mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di wilayah Lhokseumawe.
Aksi tersebut berlangsung saat berbagai pihak tengah berupaya memulihkan kondisi daerah pascabencana alam.
Dalam rekaman yang viral di media sosial itu, massa tampak menggunakan truk besar, kendaraan minibus, serta sepeda motor sambil mengibarkan bendera GAM.
Dari atas kendaraan, mereka terdengar meneriakkan seruan kemerdekaan yang disertai takbir.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (25/12/2025) dan mulai ramai diperbincangkan publik sehari setelahnya.
Menyikapi kejadian itu, aparat TNI Angkatan Darat dari Korem 011/Lilawangsa yang berada di sekitar lokasi segera mengambil tindakan untuk menghentikan aksi dan mengamankan situasi.
Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran menyatakan bahwa aparat bertindak tegas namun terukur.
Dalam penindakan tersebut, seorang pria yang kedapatan membawa senjata api jenis pistol dan senjata tajam rencong turut diamankan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Baca Juga: Simbol Separatisme Masih Ada, Pengibaran Bendera GAM Tak Boleh Dinormalisasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








