Akurat Logo

Kronologi 3 PNS Pemkab Jayawijaya Ditembak KKB Saat Antar Bantuan ke Warga

Ayu Rachmaningtyas | 10 September 2026, 19:37 WIB
Kronologi 3 PNS Pemkab Jayawijaya Ditembak KKB Saat Antar Bantuan ke Warga
Ilustrasi penembakan oleh KKB.

AKURAT.CO Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat rombongan mengantarkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Muliama.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT.

Penembakan terjadi ketika rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya tengah meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah sekaligus mengantarkan bantuan ternak kepada masyarakat.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani mengatakan, salah satu korban berinisial AAM (35), seorang dokter hewan pada Dinas Pertanian Jayawijaya.

AAM dilaporkan mengalami luka tembak di bagian belakang kepala dan dada kiri.

Korban lainnya berinisial AR (49), perempuan yang menjabat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia mengalami luka tembak pada bagian perut.

Sementara korban ketiga berinisial WB (24), yang juga merupakan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, dilaporkan mengalami luka tembak dan sempat mendapat perawatan medis.

Faizal mengatakan aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

"Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang mengatakan, para korban merupakan bagian dari rombongan yang tengah mengantarkan bantuan berupa ternak babi kepada masyarakat.

Menurut dia, sebelum penembakan terjadi, pelaku diduga sempat memisahkan anggota rombongan yang bukan orang asli Papua (OAP) dari rekan-rekan mereka yang merupakan OAP.

"Insiden tersebut terjadi saat korban bersama rekan-rekannya sedang mengantarkan bantuan pangan dengan menggunakan kendaraan roda empat," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Kolaborasi untuk Tangani Karhutla

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.