TB Hasanuddin: Penembakan Komnas HAM Oleh KKB adalah Serangan terhadap Negara

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mengecam keras aksi penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap rombongan Komnas HAM di Papua.
Insiden ini dianggap sebagai kejahatan serius yang tidak bisa ditoleransi dan harus segera ditindaklanjuti dengan tindakan tegas.
TB Hasanuddin menilai, tindakan KKB tersebut telah melampaui batas dan membahayakan upaya penegakan hukum serta perlindungan hak asasi manusia di Papua.
“Ini adalah tindakan brutal yang mengancam lembaga negara. Pemerintah harus bertindak tegas dalam menanggapi ancaman seperti ini,” tegasnya, Senin (28/4/2025).
Menurut Hasanuddin, Komnas HAM yang sedang menjalankan tugas negara yang dilindungi oleh undang-undang, merupakan sasaran dari serangan yang tak hanya menyerang individu, tetapi juga mengancam wibawa negara.
Baca Juga: 183.000 PMI Berangkat ke Arab Saudi Secara Ilegal, DPR: Kok Bisa Kebobolan?
Ia mendesak TNI-Polri untuk meningkatkan pengamanan dan melakukan langkah hukum yang tegas terhadap pelaku.
"Kita tidak bisa membiarkan kejadian ini terulang. Perlindungan terhadap petugas negara, termasuk Komnas HAM, harus menjadi prioritas utama," tambahnya.
Hasanuddin juga menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam menyelesaikan masalah di Papua, yang menggabungkan pendekatan keamanan, sosial, dan dialog.
Namun, ia menegaskan bahwa kekerasan bersenjata seperti yang dilakukan KKB harus dilawan secara tegas dengan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, rombongan Komnas HAM yang dipimpin oleh Ketua Perwakilan Papua, Frits Ramandey, diserang oleh KKB saat melakukan pencarian terhadap mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomy Samuel Marbun, yang hilang sejak empat bulan lalu. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (27/4/2025) di Kali Meyah, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni.
“Syukurlah kami bisa selamat. Kami sempat ditembak empat kali, namun dapat perlindungan dari anggota Brimob yang membalas tembakan,” kata Frits Ramandey, Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua.
Baca Juga: Kenapa Orang Menyipitkan Mata Saat Bicara? Ini Menurut Psikologi yang Akurat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









