Gubernur Melki Kutuk Keras Penembakan KKB Papua Tewaskan Dua Pemuda NTT

AKURAT.CO Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emmanuel Melkiades Laka Lena, mengecam aksi penembakan yang menewaskan tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Dua dari tiga korban diketahui merupakan warga asal NTT, yakni Willi Mbuik dan drh. Alfonsius Albinus Mehan.
Melki menyampaikan duka cita atas gugurnya para korban melalui akun Instagram pribadinya, @melkilakalena.official.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga anak bangsa dalam aksi penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026,” kata Melki, dikutip Jumat (11/9/2026).
Ketiga korban masing-masing Willi Mbuik (24-25), CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Kupang, NTT; drh. Alfonsius Albinus Mehan (35), dokter hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Sikka, Maumere, NTT; serta Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Toraja, Sulawesi Selatan.
Melki menegaskan tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan maupun pembunuhan terhadap manusia. Terlebih, ketiga korban tengah menjalankan tugas negara untuk membantu masyarakat di Papua.
“Kami mengutuk sekeras-kerasnya tindakan penembakan tersebut. Apa pun alasan yang mendasarinya, kekerasan dan pembunuhan terhadap manusia tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.
Dia juga meminta aparat keamanan segera mengejar dan menangkap para pelaku untuk diproses sesuai hukum.
Menurut Melki, negara harus memastikan keamanan dan perlindungan bagi setiap warga yang menjalankan tugas di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami meminta aparat keamanan segera mengejar, menangkap, dan memproses secara hukum seluruh pelaku. Peristiwa seperti ini tidak boleh terus berulang di Tanah Papua,” ujarnya.
Melki turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Willi dan Alfonsius. Dia memastikan Pemerintah Provinsi NTT akan membantu menjemput jenazah kedua warga NTT tersebut saat tiba di Kupang.
Menurut Melki, keputusan kedua korban untuk mengabdi di wilayah Papua menunjukkan semangat pengabdian yang tidak terbatas oleh asal daerah.
“Dua anak muda NTT ini memilih mengabdi di tempat yang tidak mudah. Mereka menunjukkan bahwa kebangsaan dan kemanusiaan tidak mengenal batas daerah,” katanya.
Baca Juga: Penembakan 3 ASN Jayawijaya Mulai Terungkap, Polisi Kantongi Identitas 8 Pelaku
Dia berharap pengabdian Willi dan Alfonsius dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus memberikan kontribusi bagi bangsa, baik di NTT maupun Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










