PGI Buka Suara soal Kekerasan di Papua, Ada Pesan Tegas untuk Semua Pihak

AKURAT.CO Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengecam keras rangkaian kekerasan yang kembali terjadi di Tanah Papua.
PGI menilai penyanderaan warga sipil hingga penembakan aparatur pemerintah menunjukkan masih kuatnya ancaman kekerasan terhadap masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Biro Papua PGI, Pdt. Ronald Rischard Tapilatu, menyampaikan keprihatinan atas dua peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Peristiwa tersebut yakni penyanderaan sembilan perempuan sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Agustus 2026, serta penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama pada 9 September 2026.
Menurut PGI, warga sipil semestinya mendapatkan perlindungan penuh dalam situasi konflik.
Perempuan dan anak-anak, termasuk mereka yang masih berstatus pelajar, tidak seharusnya dijadikan sasaran maupun alat dalam konflik bersenjata.
Sembilan perempuan yang dilaporkan disandera di Jila masing-masing Nemerina Wamang (17), Alin Mesawarol (siswi kelas VI SD), Nopi Aim (siswi kelas IV SD), Opinte Meswaro (siswi kelas III SD), Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
PGI juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Ketiga korban tersebut yakni Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan; drh. Alfonsius Albinus Mehan (35), dokter hewan; serta Wili Mbuik (24), CPNS.
PGI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan serta penghiburan.
Baca Juga: KSAD Tegaskan 3 ASN yang Tewas di Papua Bukan Intel Tentara: Silakan Dicek
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









