Kemenkes Sebar 5,3 Juta Masker Atasi Kabut Asap Karhutla

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan mendistribusikan 5,3 juta lembar masker ke sejumlah daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini untuk melindungi masyarakat dari paparan kabut asap yang berisiko menyebabkan gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan, pemerintah mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah terdampak karhutla untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, guna menghindari paparan asap.
"Sejauh ini program yang sudah jalan untuk menangani karhutla itu adalah melakukan edukasi kepada masyarakat, supaya daerah-daerah yang mengalami itu diimbau untuk tetap ada di dalam rumah," kata Dante di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.
Baca Juga: Karhutla Perlu Ditetapkan Bencana Nasional Supaya Ada Prioritas Anggaran
Selain itu, Kemenkes juga akan menambah distribusi masker sesuai kebutuhan di setiap daerah.
"Kalau misal harus keluar, pakai masker. Dan masker yang sudah diberikan itu, bila sudah optimal. Ada 5,3 juta masker yang diberikan ke seluruh daerah yang mengalami karhutla dan ini akan kita tambah lagi sesuai dengan kebutuhan yang ada," ujarnya.
Selain membagikan masker, Kemenkes melakukan penguatan kesiapan fasilitas kesehatan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan atau surveilans kasus penyakit, serta penguatan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
"Penanganan-penanganan kasus-kasus infeksi saluran pernapasan akut itu juga kita lakukan. Dan kita lakukan surveilans dan penguatan di fasilitas kesehatan supaya mereka bisa menangani pelayanan akibat Karhutla ini," jelas Dante.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





