Kejar Target Zero Dose, Wamenkes Ajak Orang Tua Tidak Ragu Bawa Anak ke Tempat Imunisasi

AKURAT.CO Dalam mengatasi permasalahan anak nol dosis imunisasi atau zero dose, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengunjungi langsung Puskesmas Moch. Ramdan dan Posyandu Tela 9 di Kota Bandung, Selasa (12/5/2026).
Pada kesempatan tersebut, Dante menekankan pentingnya menggencarkan edukasi kepada orang tua membawa anak-anak untuk mendapatkan imunisasi lengkap.
Ia pun menyangkal adanya opini bahwa setelah diimunisasi, anak akan sakit atau memiliki masalah kesehatan.
"Orang tuanya ini mesti diedukasi karena pengambilan keputusan ada di orang tuanya. Anak-anak yang tidak pernah mendapatkan imunisasi campak, polio, DPT, sehingga mereka tidak terlindungi badannya," ujar Dante.
"Dulu pernah ada yang mengatakan bahwa salah satu imunisasi itu menyebabkan autis. Ternyata studi empiris yang kita lakukan, jutaan orang di seluruh dunia tidak pernah menimbulkan efek samping autis. Jadi aman-aman saja," tambahnya menjelaskan.
Dante memantau aktivitas pemberian vaksin kepada balita dan anak-anak. Imunisasi menjadi sangat penting dilakukan agar anak-anak memiliki kekebalan tubuh (imunitas komunal), sehingga diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat.
Baca Juga: 2,3 Juta Anak Indonesia Belum Pernah Diimunisasi, RI Masuk 6 Besar Zero Dose Dunia
Selain itu, Dante juga memantau stok vaksin di Puskesmas Moch. Ramdan. Ia mengatakan, bahwa puskesmas harus kembali meminta vaksin untuk imunisasi jika stok yang tersedia minimal 30 persen.
Dante mengapresiasi langkah kepala puskesmas yang aktif dan cepat tanggap mengisi kembali stok vaksin jika kesediaanya tinggal 50 persen.
"Ibu minta ke dinas kalau sudah berapa persen sisanya. Karena target saya 30 persen kalau sudah habis harus minta," katanya.
Kepala Puskesmas Moch. Ramdan, Nita Aprilia, mengatakan, pihaknya akan kembali meminta vaksin kepada Dinas Kesehatan setempat apabila jumlah stok tersisa 50 persen.
Langkah tersebut dilakukan agar stok vaksin untuk anak selalu tersedia. Karenanya, orang tua yang membawa anak-anaknya untuk vaksin tidak perlu khawatir karena stok selalu tersedia.
"Biasanya kami minta kalau tinggal 50 persen. Jadi stoknya selalu tersedia," ujarnya.
Baca Juga: Takeda dan Halodoc Perkuat Upaya Bersama Cegah DBD di Momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026
Winda, warga yang akan melakukan vaksin pcv (Pneumococcal Conjugate Vaccine) untuk bayinya berusia 13 bulan, mengatakan bahwa vaksinasi menjadi sangat penting.
Selain membuat anak lebih sehat, daya tahan tubuh lebih kuat. Dan yang terpenting, sebagai orang tua lebih tenang karena anak tidak mudah sakit.
"Penting, karena untuk mencegah penyakit dan mencegah penularan penyakit dari anak-anak seumuran dan orang dewasa," ujarnya.
"Dari bayi, anak saya sudah divaksin. Ini sudah empat kali dan vaksinya di sini selalu dan gratis," tambahnya.
Winda membenarkan bahwa anak akan mengalami demam setelah diimunisasi. Namun hal tersebut normal karena terjadinya efek samping. Demam pada anak juga tidak berlangsung lama, lantaran pihak puskesmas menyediakan paracetamol atau ibuprofen.
"Paling panas tapi sehari saja, makan pun normal. Cuma rewel sebentar saja dan kita memang harus lebih sabar karena nantinya kita akna lebih tenang," katanya.
Baca Juga: Wamenkes Tekankan Pentingnya Imunisasi, Lawan Infodemik yang Masih Marak
Dari Puskesmas Moch. Ramdan, Dante bergeser ke Posyandu Tela 9. Di sini ia menyapa para ibu yang sedang menunggu untuk memeriksakan tumbuh kembang anaknya.
"Anaknya divaksin tidak bu," tanya Dante.
"Divaksin pak, lengkap. Ini sudah yang ke dua," jawab salah satu warga.
Dante juga menyapa para kader posyandu yang senantiasa bekerja dan membantu pemerintah untuk memantau dan mengajak masyarakat melakukan imunisasi rutin.
Ia menegaskan bahwa posyandu menjadi tempat terdekat dan paling mudah dihangkau bagi masyarakat untuk selalu memeriksakan kesehatan dan mendapatkan imunisasi.
"Posyandu menjadi gerakan yang dekat dengan masyarakat dengan fokus pada kesehatan masyarakat, baik bayi, anak, lansia. Semuanya terukur dan jelas," demikian Dante.
Baca Juga: Kasus Campak di Indonesia Menurun, Kemenkes Perkuat Imunisasi di Daerah KLB
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal



