BNPB Cek Ulang Total Wilayah Terdampak Karhutla, Utamakan Keselamatan Warga

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana melakukan pemetaan ulang terhadap total luas wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini diambil melalui pemantauan satelit demi memperoleh data dan fakta yang akurat di lapangan.
Kepala BNPB, Kristomei Sianturi, menyampaikan hal tersebut menanggapi perbedaan informasi yang beredar.
Sebelumnya, estimasi awal BNPB mencatat luas karhutla berada di kisaran 600 hektare. Sementara, unggahan yang ramai di media sosial, berdasarkan citra satelit NASA, menunjukkan dampak kebakaran telah meluas lebih dari perkiraan.
"Saya akan melakukan konsolidasi total. Saya akan mengecek terlebih dahulu data dan fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit," kata Kristomei, di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026) kemarin.
Baca Juga: Ratusan Ribu Warga Terserang ISPA, Kalteng Diminta Jadi Wilayah KLB Karhutla
Ia menjelaskan, verifikasi data luas karhutla akan memanfaatkan penggabungan teknologi pemantauan dari sistem SiPongi milik Kementerian LHK serta citra satelit NASA.
Setelah proses penghitungan menyeluruh selesai, BNPB berjanji akan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik.
"Misalnya, ada SiPongi, kemudian hasil pemantauan NASA. Berapa sebenarnya luas wilayah yang terbakar? Itu bisa dihitung. Dampaknya seperti apa juga akan kita lihat, lalu akan diumumkan," ujarnya.
Di luar proses verifikasi luas lahan, Kristomei menegaskan prioritas utama BNPB saat ini adalah keselamatan warga. Penanganan bencana di lapangan difokuskan untuk mencegah timbulnya korban jiwa.
"Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban. Itu yang pertama. Apa pun kebakaran dan bencananya, hal utama yang harus kita kerjakan adalah memastikan tidak ada korban. Itu nomor satu," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






