Akurat Logo

Petugas dan Relawan Karhutla Berguguran, Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Putri Dinda Permata Sari | 23 Oktober 2026, 22:42 WIB
Petugas dan Relawan Karhutla Berguguran, Keselamatan Harus Jadi Prioritas
Petugas dan relawan yang membantu penanganan karhutla berangkat dengan harapan dapat menyelamatkan sesama dan kembali kepada keluarganya. - Foto: Kemenhut

AKURAT.CO Ketua DPR, Puan Maharani, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya petugas dan relawan yang membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mendesak pemerintah memberikan perlindungan dan perhatian kepada para petugas dan relawan karhutla.

"Tentunya kita banyak berterima kasih atas dedikasi para petugas dan bantuan relawan dalam proses penanganan karhutla. Untuk itu, kami atas nama DPR juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya sejumlah petugas dah relawan saat berjibaku memadamkan api," jelas Puan, dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Diketahui, sejumlah petugas dan relawan gugur saat berjuang memadamkan api karhutla. Setidaknya sembilan petugas dan relawan pemadaman karhutla gugur, terdiri tiga orang di Kalimatan Tengah, lima petugas/relawan Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, dan terbaru satu orang di Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Bahkan, seorang warga lansia yang membantu memadamkan karhutla untuk mencegah api menjalar ke permukiman di Samarinda, Kalimantan Timur, juga meninggal dunia.

Menurut Puan, rangkaian kehilangan itu memperkuat urgensi mempercepat pengendalian karhutla dan menjaga seluruh pihak yang menghadapi dampaknya, termasuk dampak dari asap kebakaran.

"Selain untuk warga, perhatian pemerintah juga perlu menjangkau petugas dan relawan yang membantu pemadaman api karhutla. Harus ada jaminan keselamatan dan kesehatan bagi para petugas dan relawan, keluarga menunggu mereka pulang," tuturnya.

"Para petugas dan relawan yang membantu penanganan berangkat dengan harapan dapat menyelamatkan sesama dan kembali kepada keluarganya. Pengabdian itu perlu ditopang perlindungan yang dapat diandalkan," tambah Puan menjelaskan.

Banyaknya petugas dan relawan yang gugur menuntut negara mengevaluasi prosedur standar operasional (SOP) dalam pemadaman karhutla. Khususnya standar keselamatan bagi mereka yang terlibat membantu penanganan.

"Petugas dan relawan pemadaman karhutla adalah pahlawan kemanusiaan karena berjuang demi membantu keselamatan masyarakat. Pengorbanan mereka seharusnya mendapat perlindungan dan penghargaan yang layak dari negara," kata Puan.

Baca Juga: Penanganan Karhutla di Gunung Bromo hingga Ijen Diperkuat, Water Bombing dan OMC Ditambah

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.