Akurat
Pemprov Sumsel

Kapolda Riau: Karhutla Dumai Mulai Terkendali, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Saeful Anwar | 27 Maret 2026, 18:43 WIB
Kapolda Riau: Karhutla Dumai Mulai Terkendali, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

AKURAT.CO Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, untuk memastikan penanganan berjalan optimal di lapangan, Jumat (27/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung serta unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan relawan yang terlibat dalam proses pemadaman.

Kapolda bahkan ikut turun ke titik api bersama tim gabungan guna melihat langsung kondisi riil di lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman berjalan efektif.

Berdasarkan data terkini, di wilayah Dumai masih terdapat 11 titik panas (hotspot), terdiri dari 2 titik di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai, dengan kategori sedang. Total luas lahan terdampak kebakaran mencapai sekitar 87,25 hektare.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan tren yang mulai membaik. Jumlah titik api yang sebelumnya mencapai puluhan kini menurun secara signifikan.

“Hari ini saya hadir langsung di lokasi di Kecamatan Dumai Timur. Saya didampingi oleh Pak Rocky dari Tumbuh Institute yang sejak beberapa hari terakhir terus bersama kami, mulai dari Rupat, Pelalawan, hingga hari ini di Dumai,” ujar Kapolda.

Ia menegaskan, penurunan jumlah titik api merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor yang terus dijaga.

“Dari sebelumnya puluhan titik api, saat ini tinggal delapan titik yang terus kita tangani. Ini hasil kerja bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA, relawan, hingga dukungan pihak swasta,” jelasnya.

Baca Juga: TB Hasanuddin Minta Kasus Air Keras Diusut Tuntas, Jangan Berhenti di Pengunduran Diri Kabais

Menurutnya, kunci utama penanganan karhutla adalah sinergi berkelanjutan serta respons cepat terhadap berbagai kendala di lapangan.

“Kita tidak bisa bekerja parsial. Semua harus gotong royong, termasuk dukungan peralatan, water bombing, hingga modifikasi cuaca yang sudah kita komunikasikan,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan potensi tantangan ke depan, terutama memasuki puncak musim kemarau pada Juni hingga Agustus.

“Kerja kolaboratif ini harus terus dijaga. Ini bukan kerja satu pihak, tetapi kerja bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Rocky Gerung menilai langkah cepat aparat menjadi faktor penting dalam memutus pola berulang karhutla.

“Seratus hari ke depan adalah fase akhir El Nino, artinya akan ada panas ekstra. Saya melihat ada inisiatif baik ketika aparat turun lebih awal untuk memulai penanganan,” ujarnya.

Ia menekankan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan pendekatan teknis, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

“Kita bisa lakukan water bombing dan modifikasi cuaca, tetapi yang paling penting adalah menjaga hubungan dengan alam. Jika tidak, masalah ini akan terus berulang,” katanya.

Kunjungan ini menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya bertumpu pada aparat, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan kebakaran dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi bencana asap yang lebih luas di Provinsi Riau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.