Bolehkah Ibu Hamil Trimester Awal Berpuasa? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Ibu hamil sering menghadapi dilema saat Ramadhan, antara kewajiban berpuasa dan menjaga kesehatan janin, terutama di trimester pertama.
Dalam ajaran Islam, ada keringanan jika puasa bisa membahayakan. Dalam medis, puasa boleh dilakukan jika kondisi ibu dan janin stabil tetapi jika ada risiko kesehatan, disarankan untuk menunda dan mengganti puasa di lain waktu.
Menurut para dokter kandungan, ibu hamil sebenarnya memiliki keringanan untuk tidak berpuasa karena kehamilan adalah kondisi khusus yang dapat memengaruhi tubuh secara signifikan.
Sebelum memilih untuk berpuasa, ibu hamil harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
2. Pastikan kondisi fisik dan janin dalam keadaan sehat.
3. Berhenti puasa jika muncul gejala berbahaya seperti pusing hebat, dehidrasi, atau lemas berlebihan.
4. Dalam medis, puasa boleh dilakukan hanya jika tidak membahayakan kesehatan ibu atau janin. Setiap ibu hamil harus memprioritaskan kesehatan dan pertumbuhan janin.
Dalam ajaran Islam, puasa merupakan ibadah wajib bagi yang mampu tanpa udzur syar'i.
Namun, terdapat keringanan (rukhsah) bagi ibu hamil jika puasa bisa membahayakan kesehatan mereka atau janin.
Hal ini didasari oleh:
1. Islam memberikan keringanan bagi orang yang sakit atau dalam kondisi yang tidak memungkinkan berpuasa.
2. Hadis juga menyebut bahwa kewajiban puasa bisa gugur bagi wanita hamil jika puasa itu membahayakan.
3. Dalam Islam, ibu hamil boleh tidak berpuasa dan mengganti di lain hari atau membayar fidyah jika memang tidak mampu.
Tips Aman Puasa bagi Ibu Hamil
1. Pilih asupan makanan dengan bijak.
2. Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka.
3. Fokus pada protein, karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral penting seperti zat besi dan kalsium.
4. Pastikan minum air secukupnya saat sahur dan berbuka untuk menghindari dehidrasi.
5. Kurangi aktivitas fisik yang berat dan istirahat yang cukup untuk menjaga energi tubuh tetap optimal.
Ketentuan Qadha dan Fidyah Puasa Ibu Hamil
Qadha - Mengganti puasa di lain waktu setelah masa melahirkan atau menyusui selesai.
Fidyah - Membayar fidyah dengan memberikan makanan pokok atau nilai uangnya kepada yang membutuhkan.
Ibu hamil tidak diwajibkan berpuasa jika kondisi tubuh tidak memungkinkan. Secara medis, puasa boleh dilakukan jika aman untuk ibu dan janin.
Dalam Islam, ada keringanan jika puasa bisa membahayakan ibu atau janin, dan ibu dapat melakukan qadha atau fidyah. Jangan lupa untuk selalu konsultasi keputusan ini dengan dokter dan pertimbangkan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk







