Akurat Logo

Puasa Arafah 2026: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya yang Luar Biasa

Idham Nur Indrajaya | 25 Mei 2026, 22:35 WIB
Puasa Arafah 2026: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya yang Luar Biasa
Ketahui niat, tata cara, dan keutamaan Puasa Arafah yang dapat menghapus dosa dua tahun serta menjadi amalan sunnah muakkad yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam dan rutin dikerjakan umat Muslim setiap tahun pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ibadah ini memiliki keutamaan besar karena disebut mampu menghapus dosa selama dua tahun. Puasa ini dikhususkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, karena pada saat yang sama para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Pada tahun 2026, Puasa Arafah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, yaitu sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Karena keutamaannya yang sangat besar, para ulama menggolongkannya sebagai sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.


Pengertian Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Penamaan “Arafah” merujuk pada peristiwa wukuf yang dilakukan jamaah haji di Padang Arafah, salah satu rukun utama ibadah haji.

Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, puasa ini menjadi salah satu kesempatan besar untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT. Ibadah ini juga menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah melalui pengendalian diri, doa, dan dzikir.


Waktu Pelaksanaan Puasa Arafah 2026

Puasa Arafah dilaksanakan pada:

  • Tanggal Hijriah: 9 Dzulhijjah 1447 H

  • Perkiraan Masehi: Selasa, 26 Mei 2026

  • Keterangan: Sehari sebelum Hari Raya Idul Adha

Waktu puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, sebagaimana puasa pada umumnya dalam Islam.


Baca Juga: Bolehkah Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Sekaligus Puasa Qadha Ramadhan? Begini Niatnya

Baca Juga: Madinah dan Disiplin Beribadah: Meneladani Etos Nabawi di Kota Rasulullah

Niat Puasa Arafah

Seperti ibadah lainnya, puasa Arafah diawali dengan niat. Niat merupakan syarat penting yang menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah.

Niat Puasa Arafah (Arab)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Latin

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Arti

Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.


Bagi seseorang yang belum sempat melafalkan niat pada malam hari hingga terbit fajar, tetap diperbolehkan untuk menjalankan puasa Arafah selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Niat Puasa Arafah di Siang Hari (Arab)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Arti

Saya berniat puasa sunnah Arafah karena Allah SWT.


Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam ajaran Islam. Keutamaan ini disebutkan dalam berbagai hadits sahih dan penjelasan para ulama.

1. Menghapus Dosa Dua Tahun

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sedangkan puasa Asyura (10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Arafah sebagai salah satu sarana pengampunan dosa dari Allah SWT.

Namun, mayoritas ulama menjelaskan bahwa dosa yang dihapus melalui puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil, sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim.


2. Hari Pembebasan dari Api Neraka

Selain penghapusan dosa, hari Arafah juga dikenal sebagai hari di mana Allah SWT membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka.

Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba dari neraka dibandingkan Hari Arafah. Pada hari itu, Allah mendekat dan membanggakan para hamba-Nya di hadapan para malaikat.

Hadits tersebut menggambarkan betapa istimewanya hari Arafah dalam pandangan Allah SWT, sehingga puasa pada hari tersebut menjadi amalan yang sangat dianjurkan.


Siapa yang Dianjurkan Puasa Arafah?

Puasa Arafah dianjurkan bagi seluruh umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Adapun bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah, mereka tidak disunnahkan untuk berpuasa agar tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Dengan demikian, puasa ini menjadi peluang besar bagi umat Islam di seluruh dunia untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.


Kesimpulan

Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam. Dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha, puasa ini menjadi kesempatan emas untuk meraih ampunan Allah SWT.

Dengan niat yang benar dan keikhlasan, Puasa Arafah bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pembersih dosa serta peningkat ketakwaan.

Semoga umat Islam dapat melaksanakan Puasa Arafah 2026 dengan penuh keimanan dan mendapatkan seluruh keutamaannya.


Baca Juga: Bolehkah Puasa Arafah Digabung dengan Puasa Pengganti Ramadan? Ini Penjelasan Ulama dan Hukumnya

Baca Juga: Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Qadha Ramadan: Hukum dan Penjelasan Lengkap

FAQ

1. Kapan Puasa Arafah 2026 dilaksanakan?

Puasa Arafah 2026 diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Puasa ini menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.

2. Apa niat Puasa Arafah yang benar?

Niat Puasa Arafah dapat dibaca dalam bahasa Arab, latin, maupun dalam hati dengan makna yang sama, yaitu berpuasa sunnah Arafah karena Allah SWT, baik dilakukan pada malam hari maupun siang hari sebelum melakukan hal yang membatalkan puasa.

3. Apa keutamaan Puasa Arafah dalam Islam?

Keutamaan Puasa Arafah adalah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang, serta menjadi salah satu hari pembebasan hamba dari api neraka berdasarkan hadits sahih.

4. Apakah Puasa Arafah wajib bagi semua Muslim?

Puasa Arafah tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan sebagai sunnah muakkad bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

5. Apakah jamaah haji boleh berpuasa Arafah?

Jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah tidak disunnahkan berpuasa agar memiliki kekuatan fisik dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang sangat padat dan melelahkan.

6. Apakah Puasa Arafah menghapus semua dosa?

Puasa Arafah diyakini menghapus dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha agar diampuni oleh Allah SWT sesuai penjelasan para ulama.

7. Apa bedanya Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah?

Puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Tarwiyah dilaksanakan sehari sebelumnya yaitu 8 Dzulhijjah, dan keduanya sama-sama termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam bulan Dzulhijjah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.