AS dan Inggris Serang Balik Yaman Buntut Blokade di Laut Merah

AKURAT.CO Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan dari udara dan laut terhadap target-target militer Houthi di Yaman pada Kamis (11/1/2024) dini hari waktu setempat.
Diketahui, serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Inggris sebagai tanggapan atas berbagai serangan yang dilancarkan oleh kelompok tersebut terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Sebuah pernyataan bersama dari 10 pemerintah termasuk Inggris yang dikeluarkan melalui Gedung Putih, Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka tidak akan ragu-ragu untuk mempertahankan nyawa dan melindungi arus perdagangan bebas di salah satu jalur perairan paling penting di dunia (Laut Merah).
"Serangan-serangan yang ditargetkan ini merupakan pesan yang jelas bahwa Amerika Serikat dan mitra-mitra kami tidak akan mentolerir serangan-serangan terhadap personil kami atau membiarkan para pelaku yang bermusuhan membahayakan kebebasan bernavigasi," ujar Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dikutip Jumat (12/1/2024).
Selaras dengan Joe Biden, Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak mengatakan bahwa serangan Houthi tidak bisa dibiarkan.
"Inggris akan selalu membela kebebasan navigasi dan arus perdagangan yang bebas. Oleh karena itu, kami telah mengambil tindakan terbatas, perlu, dan proporsional untuk membela diri," tuturnya.
Denmark, Jerman, Selandia Baru, dan Korea Selatan menambahkan nama mereka ke dalam enam negara yang ikut serta dalam serangan gabungan tersebut.
Baca Juga: Houthi Yaman Klaim Tak Akan Hentikan Serangan ke Laut Merah hingga Israel Akhiri Perang di Gaza
Seorang pejabat Houthi mengkonfirmasi terjadinya serangan di ibukota Sanaa bersama dengan kota Saada dan Dhamar serta di kegubernuran Hodeidah, dan menyebutnya sebagai agresi Amerika-Zionis-Inggris.
Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, melaporkan bahwa serangan-serangan tersebut dilakukan oleh pesawat, kapal dan kapal selam.
Menurutnya, lebih dari selusin lokasi menjadi sasaran dan serangan tersebut dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan militer Houthi dan bukan hanya simbolis.
"Tujuan dari serangan ini sangat jelas dari awal dan dari Presiden, yaitu untuk menghilangkan kemampuan Houthi untuk menargetkan kapal-kapal maritim, baik itu kapal komersial maupun militer," ujar seorang pejabat senior militer AS.
Serangan yang sedang berlangsung merupakan salah satu unjuk rasa paling dramatis hingga saat ini dari meluasnya perang Israel-Hamas di Timur Tengah sejak meletus pada bulan Oktober, meskipun AS mengatakan bahwa tidak ada niat untuk meningkatkan ketegangan.
Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, menentang seruan PBB dan seruan internasional lainnya untuk menghentikan serangan rudal dan pesawat tak berawak mereka di rute pelayaran Laut Merah.
Houthi mengatakan bahwa serangan-serangan mereka adalah untuk mendukung Hamas, kelompok Islam Palestina yang menguasai Gaza.
Sejak akhir Desember, Houthi telah menyerang 27 kapal, mengganggu perdagangan internasional di rute utama antara Eropa dan Asia yang menyumbang sekitar 15% dari lalu lintas pelayaran dunia.
Baca Juga: Houthi Yaman Klaim Tak Akan Hentikan Serangan ke Laut Merah hingga Israel Akhiri Perang di Gaza
Pemimpin Houthi mengatakan pada hari Kamis bahwa setiap serangan AS terhadap kelompok tersebut tidak akan berjalan tanpa tanggapan.
"Mereka akan membayarnya secara mutlak dan tanpa ragu-ragu, dan kami tidak akan mundur dari posisi kami dalam mendukung rakyat Palestina, berapa pun harganya," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






