Vaquita, Mamalia Laut Terlangka di Dunia yang Terancam Punah

AKURAT.CO Vaquita, salah satu mamalia laut paling langka di dunia, kini menghadapi ancaman kepunahan. Lumba-lumba kecil ini hanya dapat ditemukan di bagian atas Teluk California, Meksiko, dengan panjang tubuh sekitar lima kaki.
Dikutip dari Metro.co.uk, Senin (8/7/2023), populasi vaquita kini hanya tersisa antara enam hingga delapan ekor, turun dari delapan hingga 13 ekor pada tahun sebelumnya. Meskipun tidak ada anak vaquita yang terlihat, seekor anak berusia satu tahun tampak sehat dan tumbuh dengan baik.
Vaquita pertama kali diidentifikasi pada tahun 1950-an oleh ahli biologi kelautan Kenneth Norris. Mamalia kecil ini menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah ombak secara berpasangan, sehingga sulit untuk terdeteksi.
Mereka hidup di perairan hangat Teluk California, yang membuat mereka rentan terhadap jaring insang ilegal yang digunakan untuk menangkap ikan totoaba. Totoaba dihargai karena kantung renangnya yang banyak dicari di Tiongkok.
Baca Juga: 6 Fakta Unik Gajah Sumatra, Mamalia Raksasa Yang Hampir Punah
Pemerintah Meksiko telah menetapkan kawasan lindung yang disebut Zero Tolerance Area (ZTA) di mana penangkapan ikan dilarang sepenuhnya untuk melindungi vaquita.
Namun, setengah dari penampakan vaquita terjadi di luar zona ini, sehingga perlindungan dari jaring insang masih diperlukan di wilayah lain.
Survei untuk mendeteksi vaquita dilakukan dengan alat pendengar akustik bawah air dan pengamatan visual dari perahu.
Tim pencarian vaquita yang diselenggarakan oleh badan amal Sea Shepherd akan memperpanjang survei hingga bulan Juli dan Agustus untuk memantau populasi dan pergerakan vaquita lebih lanjut.
Vaquita, dengan lingkaran hitam di sekitar mata dan bercak hitam di bibir yang membentang hingga sirip dada, merupakan spesies yang sangat unik.
Mereka diyakini merupakan keturunan lumba-lumba Burmeister yang terjebak di Teluk California selama periode pendinginan global dan berevolusi menjadi spesies yang berbeda.
Upaya konservasi yang lebih besar diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup vaquita di habitat aslinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




