Krisis Timur Tengah: AS Minta Turki Menekan Iran Sementara Putin dan Abbas Bahas Konflik Gaza di Moskow

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) meminta Turki dan sekutu lainnya yang memiliki hubungan dengan Iran untuk membujuk negara tersebut agar meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Permintaan tersebut muncul saat kawasan tersebut bersiap menghadapi kemungkinan serangan oleh Iran dan sekutunya setelah pembunuhan anggota senior Hamas dan Hezbollah.
Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas yang didukung Iran, dibunuh di Teheran pada 31 Juli yang memicu ancaman balas dendam oleh Iran terhadap Israel.
Baca Juga: Fitch Turunkan Peringkat Kredit Israel, Peringatkan Perang Bisa Berlangsung hingga 2025
Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan tersebut, meskipun Israel belum mengklaim tanggung jawab atas serangan.
"Kami meminta semua sekutu kami yang memiliki hubungan dengan Iran untuk membujuk mereka agar meredakan ketegangan, termasuk Turki," kata Duta Besar AS untuk Turki, Jeff Flake, dalam sebuah wawancara dengan wartawan di Istanbul, Selasa (13/8/2024).
Flake juga menyebutkan bahwa meskipun hubungan AS-Turki sempat tegang dalam beberapa tahun terakhir, hubungan tersebut kini berada dalam kondisi yang lebih baik.
Meskipun demikian, situasi di Gaza masih menjadi tantangan, terutama karena retorika Presiden Erdogan terhadap Israel yang mempersulit peran Turki sebagai penengah.
Putin dan Presiden Abbas Bahas Krisis Timur Tengah di Moskow
Presiden Rusia, Vladimir Putin, akan membahas situasi krisis di Timur Tengah dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di Moskow pada hari ini.
Pertemuan ini diadakan di tengah ketegangan yang meningkat akibat konflik Palestina-Israel serta krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza.
Baca Juga: Iran Siap Balas Israel, AS Kerahkan Kapal Selam Bertenaga Nuklir ke Timur Tengah
"Kedua pemimpin diharapkan bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah mengingat eskalasi terbaru dalam konflik Palestina-Israel dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza," demikian pernyataan Kremlin di aplikasi pesan Telegram.
Abbas saat ini berada di Moskow untuk kunjungan yang telah lama direncanakan hingga Rabu, sebelum melanjutkan perjalanan ke Turki untuk pembicaraan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Rusia, yang memiliki hubungan dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta pemimpin Arab lainnya seperti Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, telah mengutuk pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, baru-baru ini.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Asmara 13 Agustus 2024: Gemini Harus Siap dengan Tantangan Baru!
Negara itu juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri agar tidak semakin memperburuk situasi di Timur Tengah.
Baca Juga: Pemimpin Barat Bersatu Serukan Iran Tahan Diri, Risiko Perang Regional Menghantui
Selain itu, Rusia telah berulang kali mengecam Barat karena mengabaikan kebutuhan akan negara Palestina yang merdeka dengan perbatasan tahun 1967.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







