Jaksa Prancis Selidiki Pelecehan Online Berbasis Gender Terhadap Juara Olimpiade Imane Khelif

AKURAT.CO Jaksa Prancis telah memulai penyelidikan atas dugaan pelecehan online berbasis gender yang menargetkan juara tinju Olimpiade asal Aljazair, Imane Khelif.
Penyidikan ini dilakukan setelah Khelif menerima gelombang kritik dan tuduhan palsu tentang identitas gendernya selama Olimpiade Musim Panas. Pengacara Khelif, Nabil Boudi, mengajukan pengaduan hukum kepada unit khusus di Kantor Kejaksaan Paris yang menangani ujaran kebencian online.
Menurut Boudi, Khelif menjadi sasaran 'kampanye misoginis, rasis dan seksis' setelah meraih medali emas di divisi kelas welter wanita, menjadikannya pahlawan di Aljazair dan menarik perhatian dunia terhadap tinju wanita.
Kantor kejaksaan menyatakan bahwa mereka telah menerima pengaduan tersebut dan memulai penyelidikan atas tuduhan 'pelecehan siber berbasis gender, penghinaan publik, serta hasutan untuk diskriminasi'.
Khelif menjadi sorotan global terkait identitas gendernya setelah pertarungan pertamanya di Paris. Lawannya dari Italia, Angela Carini, mundur hanya beberapa detik setelah pertandingan dimulai, dengan alasan rasa sakit akibat pukulan pembuka.
Hal ini memicu klaim bahwa Khelif adalah seorang pria atau transgender, yang kemudian dibantah oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Keluhan hukum yang diajukan Khelif menargetkan 'X', sebuah istilah umum dalam hukum Prancis yang memungkinkan penyelidik menentukan pelaku sebenarnya di balik kampanye pelecehan tersebut.
Investigasi ini terjadi setelah Khelif kembali ke Aljazair, di mana dia disambut oleh Presiden Abdelmadjid Tebboune dan keluarganya di Ain Mesbah.
Mantan pelatih Khelif, Mustapha Bensaou, menyatakan bahwa langkah hukum ini diprakarsai oleh otoritas Aljazair dan bertujuan untuk membela hak dan kehormatan atlet, baik di Aljazair maupun di seluruh dunia.
"Melayani sebagai pelajaran dalam membela hak dan kehormatan (atlet) di Aljazair dan di seluruh dunia," ujar Bensaou, dikutip dari Apnews.com, Minggu (18/8/2024).
Penyelidikan ini merupakan salah satu dari beberapa kasus kejahatan kebencian terkait Olimpiade yang sedang ditangani oleh pihak berwenang di Prancis.
Kasus lain yang juga diselidiki melibatkan ancaman kematian dan pelecehan siber terhadap pejabat IOC, Kirsty Burrows, yang sebelumnya membela Khelif dalam sebuah konferensi pers di Paris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






