Fakta: Iran Tidak Serang Rumah Sakit Israel, Zionis hanya Playing Victim

AKURAT.CO Pemerintah Iran membantah keras tuduhan Israel yang menyatakan bahwa Teheran sengaja menyerang Rumah Sakit Soroka di Beersheba dalam gelombang serangan rudal pada Kamis pagi. Tuduhan tersebut dinilai sebagai taktik klasik playing victim yang kerap digunakan Tel Aviv untuk membenarkan agresi brutalnya.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa militer Iran hanya menargetkan sasaran strategis militer dan intelijen, bukan fasilitas sipil.
Angkatan Bersenjata kami yang kuat secara akurat menghancurkan Markas Komando Militer, Kontrol, dan Intelijen Israel dan target penting lainnya, kata Araghchi dalam pernyataan di akun X miliknya, seperti dikutip Anadolu, Jumat 20 Juni 2025.
Ia menjelaskan bahwa ledakan yang terjadi di sekitar Rumah Sakit Militer Soroka hanya menyebabkan kerusakan ringan dan tidak disengaja.
Gelombang ledakan tersebut menyebabkan kerusakan dangkal pada sebagian kecil Rumah Sakit Militer Soroka di dekatnya, dan sebagian besar telah dievakuasi, lanjutnya.
Baca Juga: Iran Hantam Pusat Siber Israel dengan Rudal yang Menghancurkan
Menurut Araghchi, rumah sakit tersebut bukanlah rumah sakit umum, melainkan fasilitas medis militer yang digunakan untuk merawat tentara Israel yang terlibat dalam operasi militer di Gaza.
Fasilitas tersebut terutama digunakan untuk merawat tentara Israel yang terlibat dalam Genosida di Gaza sejauh 25 mil, tempat Israel telah menghancurkan atau merusak 94% rumah sakit Palestina, tegasnya.
Pada Kamis pagi, Iran meluncurkan sekitar 20 hingga 30 rudal ke sejumlah kota utama Israel, termasuk Tel Aviv, Ramat Gan, Holon, dan wilayah Beersheba. Rudal-rudal tersebut dilaporkan menghantam target-target militer di sekitar Rumah Sakit Soroka.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, menyatakan bahwa rudal-rudal tersebut diarahkan ke markas besar tentara dan dinas intelijen Israel, bukan ke fasilitas sipil.
Rezim Israel, bukan Iran, yang memulai semua pertumpahan darah ini, dan penjahat perang Israel, bukan warga Iran, yang menargetkan rumah sakit dan warga sipil, demikian pernyataan dari laporan IRNA.
Baca Juga: Hancurkan Jantung Markas Mossad, Iran Buktikan Intelijen dan Keamanan Israel Lemah
Iran menyebut bahwa ratusan warganya telah menjadi korban sejak Israel meluncurkan serangan udara ke berbagai titik strategis di Iran pada pekan lalu.
Ratusan warga Iran yang tidak bersalah telah dibunuh dengan kejam sejak Israel melancarkan perang ilegal terhadap rakyat Iran minggu lalu, tambah laporan tersebut.
Iran juga mengingatkan bahwa mereka telah menyampaikan peringatan evakuasi jauh sebelum serangan dilakukan, serta menyerukan warga Israel untuk menjauhi lokasi militer dan intelijen.
Menteri Araghchi memperingatkan, Pasukan Iran akan terus memukuli para penjahat yang menargetkan rakyat kami sampai mereka berhenti dan membayar agresi kriminal mereka terhadap negara kami.
Permusuhan ini dipicu oleh serangan awal Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran. Sejak itu, eskalasi terus terjadi, menyebabkan korban jiwa dan luka di kedua belah pihak. Menurut laporan, sedikitnya 24 orang di Israel tewas dan lebih dari 270 luka-luka. Sementara di pihak Iran, 585 warga dilaporkan tewas dan lebih dari 1.300 lainnya terluka akibat serangan udara Israel.
Fakta-fakta tersebut mengindikasikan bahwa tuduhan terhadap Iran soal serangan terhadap rumah sakit tidak lebih dari bagian dari propaganda untuk menutup agresi militer Israel yang sebenarnya menjadi akar konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









