Profil Sharad Singh Bhandari, Eks Menteri Nepal yang Kabur dan Tinggalkan Sang Istri Disabilitas

AKURAT.CO Sharat Singh Bhandari, seorang politikus terkemuka Nepal telah menarik perhatian publik tidak hanya karena berbagai jabatan menteri yang dipegangnya, tetapi juga karena laporan kontroversial tentang kepergiannya dari negara itu.
Kepergian Sharat Singh Bhandari ini menjadi perbincangan, terutama mengingat laporan yang menyatakan bahwa ia meninggalkan istrinya yang disabilitas di tengah kekhawatiran akan aksi demonstrasi.
Kisah ini memberikan gambaran tentang dinamika politik dan pribadi yang kompleks dalam kehidupan seorang pejabat publik di Nepal. Lebih lanjut, berikut profil Sharat Singh Bhandari.
Baca Juga: Radio Masih Relevan? Ini Tantangan di Era Podcast pada Hari Radio Nasional
Profil Sharat Singh Bhandari
Lahir pada 8 Oktober 1954, Sharat Singh Bhandari kini berusia 70 tahun.
Sebagai warga negara Nepal, ia berafiliasi dengan Loktantrik Samajwadi Party dan dikenal sebagai salah satu menteri yang sering menduduki jabatan di kabinet Nepal.
Karier Sharat Singh Bhandari
Sharat Singh Bhandari telah memegang beberapa posisi kunci dalam pemerintahan Nepal:
1. Menteri Tenaga Kerja, Ketenagakerjaan, dan Jaminan Sosial: Ia menjabat dua kali dalam peran ini, pertama dari 15 Juli 2024 hingga 9 September 2025 di bawah Perdana Menteri KP Sharma Oli, dan kemudian dari 31 Maret 2023 hingga 4 Maret 2024 di bawah Perdana Menteri Pushpa Kamal Dahal.
2. Menteri Energi, Sumber Daya Air, dan Irigasi: Meskipun menjabat mulai 4 Juni 2021, masa jabatannya berakhir singkat pada 22 Juni 2021 setelah diberhentikan oleh Mahkamah Agung, menjadikannya salah satu masa jabatan menteri terpendek di Nepal dengan hanya 18 hari.
3. Menteri Pertahanan: Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet Baburam Bhattarai dari 4 September 2011 hingga 14 Maret 2013.
Sepanjang kariernya, Sharat Singh Bhandari telah berafiliasi dengan berbagai partai politik, menunjukkan rekam jejak yang luas dalam lanskap politik Nepal.
Selain Loktantrik Samajwadi Party, ia juga pernah menjadi bagian dari People's Socialist Party, Rastriya Janata Party, Rastriya Madhesh Samajbadi, Madheshi Janaadhikar Forum, Nepal (Democratic), Madhesi Jana Adhikar Forum, Nepal, Nepali Congress (Democratic), Nepali Congress, dan Rastriya Prajatantra Party.
Pada pemilihan tahun 1999, ia berhasil terpilih ke Pratinidhi Sabha mewakili Nepali Congress.
Isu Kontroversial dan Kepergian dari Nepal
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa kepergiannya disebabkan oleh ketakutan akan pengunjuk rasa.
Namun, dokumen pencarian yang tersedia tidak memberikan informasi terperinci mengenai insiden ini atau alasan pasti di balik kepergiannya yang menjadi sorotan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









