Patung Donald Trump Digambarkan Sebagai Iblis di Festival Durga Puja India

AKURAT.CO Sebuah patung kontroversial di negara bagian Benggala Barat, India, menggambarkan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai iblis dalam perayaan tahunan Durga Puja. Patung itu menampilkan Dewi Durga dengan sepuluh tangan bersenjata tengah menaklukkan sosok berambut pirang dan berwajah menyerupai Trump.
Instalasi tersebut diresmikan minggu lalu di kota Murshidabad, Benggala Barat, bertepatan dengan festival Durga Puja — perayaan besar umat Hindu Bengali yang melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Anggota panitia penyelenggara festival, Sanjay Basak, mengatakan bahwa penggambaran Trump sebagai iblis merefleksikan kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump.
“India dan Amerika Serikat dulunya memiliki hubungan baik. Namun sejak Trump menjabat, ia menekan dan menindas India. Karena itu kami menggambarkan Trump sebagai iblis yang dikalahkan oleh Dewi Durga,” ujarnya kepada CNN.
Pemasangan patung ini menjadi bentuk ekspresi politik yang sering muncul dalam festival Durga Puja, di mana seni dan ritual keagamaan digunakan untuk mengomentari isu sosial dan politik terkini. Sebelumnya, patung serupa pernah menggambarkan Osama bin Laden pasca serangan 11 September dan Xi Jinping setelah ketegangan di perbatasan India–Tiongkok pada 2020.
Konsultan budaya Bengali, Sushovan Sircar, mengatakan bahwa penggunaan simbol politik dalam Durga Puja adalah bagian dari tradisi panjang masyarakat Bengal.
“Seni di Benggala Barat selalu menjadi media kritik sosial. Menggambarkan Trump sebagai iblis adalah ekspresi sentimen populer terhadap kebijakannya,” ujarnya.
Hubungan antara India dan Amerika Serikat diketahui memburuk sejak masa pemerintahan Trump. Washington memberlakukan tarif tinggi terhadap India sebagai bagian dari kebijakan “America First” dan menekan New Delhi atas kerja samanya dengan Rusia. Kebijakan tersebut sempat memicu ketegangan diplomatik dan dianggap merugikan ekonomi India.
Basak mengaku, timnya mempersiapkan instalasi itu selama tiga bulan secara tertutup untuk menjaga kejutan. Setelah patung selesai diungkap ke publik, ribuan warga berbondong-bondong datang melihatnya.
“Respons masyarakat luar biasa. Ribuan orang datang setiap hari. Ini menunjukkan pesan kami sampai ke publik,” katanya.
Durga Puja di Benggala Barat tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ajang ekspresi sosial-politik. Patung Trump ini menegaskan tradisi tersebut — di mana seni dan spiritualitas berpadu untuk menyuarakan kritik terhadap kekuasaan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






