Bolsonaro Jalani Prosedur Medis untuk Atasi Cegukan Menahun

AKURAT.CO Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali menjalani perawatan medis. Kali ini, tim dokter melakukan prosedur khusus untuk mengatasi cegukan yang sudah dialaminya selama berbulan-bulan.
Bolsonaro, yang kini berusia 70 tahun, menjalani tindakan medis tersebut pada Sabtu (waktu setempat). Menurut tim medis, prosedur berjalan lancar dan tidak memerlukan pembedahan.
Sebelumnya, Bolsonaro sempat dibebaskan sementara dari penjara pada Rabu lalu untuk menjalani operasi hernia di rumah sakit DF Star, Brasilia. Operasi yang dilakukan pada Kamis itu berlangsung tanpa komplikasi, dan ia tetap dirawat beberapa hari untuk pemantauan.
Saat masa observasi itulah dokter memutuskan perlu melakukan blok saraf frenikus, yakni saraf yang mengontrol diafragma dan berperan dalam proses pernapasan. Gangguan pada saraf ini diduga menjadi penyebab cegukan berkepanjangan yang dialami Bolsonaro.
Dokter bedahnya, Claudio Birolini, menjelaskan bahwa prosedur tersebut dilakukan dengan bantuan alat ultrasonografi untuk menemukan saraf yang dimaksud, lalu menyuntikkan obat pereda nyeri lokal. “Ini bukan operasi dan tidak ada sayatan. Prosesnya sekitar satu jam,” kata Birolini.
Pada Sabtu, dokter menangani sisi kanan saraf tersebut. Sementara tindakan serupa untuk sisi kiri dijadwalkan pada Senin mendatang.
Sudah Berjuang Berbulan-bulan
Istri Bolsonaro, Michelle Bolsonaro, mengungkapkan kondisi suaminya lewat unggahan di Instagram. Ia menyebut cegukan itu telah menjadi sumber penderitaan selama sekitar sembilan bulan terakhir.
“Ini sudah berbulan-bulan penuh perjuangan dan kecemasan, dengan cegukan yang datang setiap hari,” tulis Michelle.
Bolsonaro memang memiliki riwayat kesehatan yang kompleks. Sejak ditikam saat kampanye pemilu pada 2018, ia telah menjalani beberapa operasi besar di bagian perut.
Masalah Hukum Masih Membayangi
Di luar urusan kesehatan, Bolsonaro tengah menjalani hukuman penjara 27 tahun setelah Mahkamah Agung Brasil menyatakan dirinya bersalah dalam kasus upaya kudeta pasca kekalahan pemilu 2022 dari Luiz Inacio Lula da Silva. Upaya tersebut gagal karena tidak mendapat dukungan dari pimpinan militer.
Bolsonaro sendiri terus membantah tuduhan tersebut dan menyebut dirinya sebagai korban kriminalisasi politik.
Sebelum dipenjara pada 22 November lalu, ia sempat menjalani tahanan rumah sejak Agustus. Setelah dinyatakan pulih dan keluar dari rumah sakit, Bolsonaro akan kembali menjalani hukumannya di penjara kepolisian federal di ibu kota.
Pada hari yang sama, Mahkamah Agung Brasil juga memerintahkan tahanan rumah bagi 10 mantan pejabat pemerintahan Bolsonaro yang terlibat dalam perencanaan kudeta atau penyebaran disinformasi. Salah satu dari mereka, Silvinei Vasques, bahkan ditangkap di Paraguay setelah diduga mencoba bepergian menggunakan dokumen palsu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








