Aksi Jet Militer Tiongkok di Laut China Selatan Membuat Australia Layangkan Protes

AKURAT.CO Pemerintah Australia menyampaikan protes keras kepada Tiongkok setelah sebuah pesawat militer Tiongkok diduga melepaskan suar (flares) dalam jarak sangat dekat dengan jet patroli P-8A milik Australia di atas Laut China Selatan. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (19/10/2025) dan dinilai tidak aman serta tidak profesional oleh pihak Australia.
Kementerian Pertahanan Australia dalam pernyataannya pada Senin (20/10/2025), seperti dikutip BBC, menyebut tidak ada kerusakan pada pesawat maupun korban di antara personel Australia. Canberra menegaskan bahwa semua negara, termasuk Tiongkok, diharapkan mengoperasikan kekuatan militernya secara aman dan profesional.
Menanggapi tudingan tersebut, juru bicara Angkatan Udara Komando Teater Selatan Tiongkok, Kolonel Senior Li Jianjian, mengatakan bahwa pesawat Australia secara ilegal menerobos wilayah udara Tiongkok. “Tindakan pesawat Australia secara serius melanggar kedaulatan Tiongkok,” ujarnya. Beijing pun mendesak Canberra menghentikan tindakan yang dianggap provokatif.
Insiden terbaru ini menambah daftar ketegangan antara militer kedua negara di kawasan yang kerap menjadi titik gesekan geopolitik. Laut China Selatan selama ini menjadi wilayah dengan klaim tumpang tindih, di mana Tiongkok mengklaim sebagian besar wilayah tersebut, sementara Australia menolak klaim tersebut dan mendukung kebebasan navigasi bersama Amerika Serikat serta sekutunya.
Peristiwa itu juga bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Donald Trump.
Sebelumnya, pada Februari lalu, Australia juga menuduh jet Tiongkok menjatuhkan suar di dekat pesawat militernya di wilayah serupa. Tiongkok saat itu menegaskan tanggapannya sah dan terkendali karena pesawat Australia disebut sengaja memasuki wilayah udaranya.
Ketegangan serupa juga pernah terjadi pada Mei tahun lalu, ketika pesawat tempur Tiongkok menjatuhkan suar di dekat helikopter Angkatan Laut Australia yang tengah menjalankan misi Dewan Keamanan PBB di Laut Kuning. Pada November 2023, Canberra kembali menuduh kapal perang Tiongkok menggunakan denyut sonar di perairan internasional dekat Jepang, yang menyebabkan cedera pada penyelam Australia.
Insiden Laut China Selatan kembali menegangkan hubungan antara Australia dan Tiongkok. Pemerintah Canberra menilai tindakan pesawat militer Tiongkok yang melepas suar dekat jet patroli Australia sebagai manuver berbahaya dan tidak profesional. Sementara Beijing menuding Australia melanggar wilayah udaranya. Ketegangan ini menunjukkan bahwa insiden Laut China Selatan Australia Tiongkok terus menjadi isu sensitif yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan hubungan militer kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






