Jumlah Tentara Israel yang Terluka Mencapai 22.000 Sejak Perang Gaza 2023

AKURAT.CO Jumlah tentara Israel yang terluka terus bertambah sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023. Kementerian Pertahanan Israel merilis data terbaru yang menunjukkan lebih dari 22.000 personel militer masuk dalam program perawatan rehabilitasi akibat luka fisik maupun gangguan mental yang dialami selama perang. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah operasi militer Israel.
Dalam pernyataannya, kementerian menyebut lebih dari 58 persen dari tentara Israel yang terluka mengalami kondisi kesehatan mental, termasuk depresi berat, kecemasan akut, hingga PTSD (post-traumatic stress disorder). Proporsi ini membuat dampak psikologis perang kini menjadi tantangan dominan dalam penanganan medis para veteran perang.
Kementerian Pertahanan juga mencatat bahwa permintaan bantuan medis dari tentara Israel yang terluka terus meningkat setiap bulan. Rata-rata terdapat sekitar 1.500 pengajuan perawatan baru, menandakan eskalasi kondisi yang memerlukan dukungan rehabilitasi jangka panjang.
Secara keseluruhan, Departemen Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Israel kini menangani sekitar 82.400 veteran dengan luka fisik maupun mental, termasuk korban perang dari periode sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 26 persen merupakan tentara yang mengalami luka dalam dua tahun terakhir, yang disebut sebagai periode konflik paling intens dalam beberapa dekade terakhir.
Selain meningkatnya jumlah korban luka, militer Israel juga menghadapi persoalan serius terkait kesehatan mental prajurit aktif. Data resmi yang dipublikasikan pada Oktober menunjukkan terdapat 279 percobaan bunuh diri dalam 18 bulan terakhir, termasuk 36 kasus yang berujung pada kematian. Hal ini menunjukkan tekanan psikologis di internal militer semakin mengkhawatirkan.
Sementara itu, serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 70.000 warga Palestina tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 171.000 orang luka-luka. Di periode yang sama, Israel juga melancarkan serangan udara ke Lebanon, Yaman, Iran, dan Suriah, memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Lonjakan korban, baik dari pihak militer Israel maupun warga sipil Palestina, membuat masyarakat internasional kembali mendesak penyelesaian diplomatik. Namun hingga kini, tidak ada tanda-tanda penurunan intensitas konflik maupun komitmen gencatan senjata jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








