Cari Perdamaian Nasional, Venezuela Bebaskan Tokoh Oposisi dan Aktivis

AKURAT.CO Pemerintah Venezuela membebaskan sejumlah tokoh oposisi, aktivis, dan jurnalis yang dipenjara, kurang dari seminggu setelah penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Langkah ini disebut sebagai upaya untuk “mencari perdamaian” antar kekuatan politik di Venezuela.
Langkah pembebasan itu diumumkan pada Kamis (8/1) oleh Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, yang mengatakan pemerintah akan membebaskan “sejumlah besar” tahanan. Ia menyebut kebijakan itu sebagai isyarat untuk perdamaian nasional.
Keluarga tahanan langsung berkumpul di berbagai penjara setelah kabar pembebasan tersebar, mencari informasi tentang kerabat mereka. Di antara yang dibebaskan adalah Biagio Pilieri, pemimpin oposisi yang terlibat dalam kampanye pemilihan presiden 2024, serta Enrique Márquez, mantan pejabat pemilu dan kandidat dalam pemilu yang sama.
Video yang diunggah wartawan di media sosial menunjukkan Márquez dan Pilieri berpelukan dengan kerabat di luar penjara setelah dibebaskan.
Selain warga Venezuela, lima Warga Negara Spanyol juga dibebaskan dalam pembebasan tersebut, termasuk pengacara dan aktivis hak asasi manusia Rocío San Miguel yang terkenal.
Presiden AS Donald Trump memuji pemerintah sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodríguez atas kerja sama dalam proses ini. Trump menyebut permintaan pembebasan itu datang atas permintaan Amerika Serikat.
Namun, hingga Kamis malam, jumlah pasti tahanan yang dibebaskan belum dapat dipastikan. Belum ada informasi resmi mengenai total tahanan yang dilepaskan atau apakah masih akan ada pembebasan lanjutan.
Pembebasan tahanan politik selama masa ketegangan ini bukan hal baru di Venezuela. Pemerintah biasanya melakukan pembebasan ketika situasi politik memanas, sebagai sinyal keterbukaan untuk berdialog. Namun, Caracas masih bersikeras bahwa tahanan yang ditahan bukan karena alasan politik.
Pelepasan ini muncul di tengah krisis politik yang melanda Venezuela setelah operasi militer AS yang menangkap Maduro, yang memicu pergolakan dan sorotan internasional terhadap situasi hak asasi manusia di negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






