Rusia Bereaksi Keras atas Tuduhan Penyebab Kematian Navalny dari Lima Negara Eropa

AKURAT.CO Pemerintah Rusia menyampaikan penolakan keras atas tuduhan terbaru dari lima negara Eropa terkait penyebab kematian tokoh oposisi Alexei Navalny. Moskow menyebut klaim bahwa Navalny diracun dengan neurotoksin sebagai tudingan yang tidak berdasar dan bermuatan politik.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan pemerintah Rusia bereaksi “sangat negatif” terhadap tuduhan Barat yang menyebut negara terlibat dalam peracunan Navalny menggunakan zat beracun mematikan.
“Kami tentu tidak menerima tuduhan seperti itu; kami tidak sependapat. Kami menilainya bias dan tidak berdasar. Kami menolaknya dengan tegas,” kata Peskov kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita negara TASS.
Menurut Peskov, tuduhan tersebut kembali menunjukkan pola tekanan politik terhadap Rusia. Ia menegaskan posisi Moskow tetap sama: tidak ada keterlibatan negara dalam kematian Navalny, yang sebelumnya dikenal sebagai pengkritik utama Presiden Vladimir Putin.
Lima negara Eropa — Inggris, Prancis, Jerman, Swedia, dan Belanda — sebelumnya menyatakan telah memvalidasi hasil uji laboratorium yang menyimpulkan dengan tingkat keyakinan tinggi bahwa Navalny meninggal akibat paparan racun jenis epibatidin. Mereka juga berencana menyerahkan temuan itu kepada Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) serta menilai ada dugaan pelanggaran kewajiban konvensi senjata kimia.
Sorotan pada jenis racun
Epibatidin merupakan senyawa alkaloid beracun yang bekerja pada reseptor saraf dan dapat memicu mati rasa cepat, kelumpuhan, hingga gagal napas. Dalam sejumlah kajian ilmiah, zat ini dikenal sangat kuat dan berisiko tinggi karena selisih antara dosis terapi dan dosis mematikan sangat tipis. Karena tingkat bahayanya, penggunaannya sangat dibatasi dan sulit diproduksi tanpa fasilitas laboratorium canggih.
Dua pakar senjata kimia yang dikutip media investigatif menyebut gejala akhir yang dilaporkan pada kasus Navalny dinilai konsisten dengan paparan racun tersebut, termasuk kolaps mendadak dan kegagalan fungsi pernapasan.
Rusia sebut tuduhan politis
Menanggapi rencana negara-negara Eropa membawa temuan itu ke OPCW, pihak Kremlin menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya internasional untuk mendiskreditkan Rusia. Moskow berulang kali menyatakan tuduhan penggunaan racun kimia oleh negara tidak pernah dibuktikan melalui mekanisme yang diakui bersama.
Pemerintah Rusia juga menegaskan bahwa setiap klaim serius semestinya dibahas melalui kerja sama investigatif terbuka, bukan melalui pernyataan sepihak. Hingga kini, perbedaan tajam antara temuan negara-negara Barat dan sikap resmi Moskow membuat polemik penyebab kematian Navalny terus berlanjut di level diplomatik internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






