Trump Sebut Kesepakatan Nuklir Iran Era Obama–Biden sebagai “Kesepakatan Terbodoh”

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut negosiasi nuklir Iran pada pemerintahan sebelumnya sebagai salah satu kesepakatan “paling bodoh” yang pernah dibuat. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Larry Kudlow di Fox News, Selasa (10/2).
Dalam wawancara tersebut, Trump menuding kebijakan Presiden ke-44 Barack Obama dan Presiden Joe Biden dalam menangani isu nuklir Iran justru memperburuk situasi.
“Obama dan Biden, apa yang mereka lakukan dalam menciptakan monster dengan Iran itu buruk. Kesepakatan nuklir Iran itu salah satu kesepakatan paling bodoh yang pernah saya lihat,” kata Trump.
Trump: Iran Ingin Buat Kesepakatan dengan AS
Larry Kudlow, mantan Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, menanyakan peluang tercapainya kesepakatan nuklir baru antara AS dan Iran. Menanggapi hal itu, Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan dengan Washington.
“Iran memang ingin membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat. Akan sangat bodoh jika mereka tidak melakukannya,” ujarnya.
Trump juga menyatakan bahwa Iran kini berkomunikasi dengannya. Ia menyinggung operasi militer sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran.
“Mereka tidak berbicara dengan pihak lain, tapi mereka berbicara dengan saya… terakhir kali kami menghancurkan kekuatan nuklir mereka, dan kita lihat apakah kali ini kami akan menghancurkan lebih banyak lagi,” kata Trump, merujuk pada perang 12 hari pada Juni 2025 ketika serangan gabungan AS–Israel menghantam infrastruktur produksi senjata nuklir Iran.
Trump Nilai Rezim Iran “Tidak Jujur”
Saat ditanya apakah rezim Iran saat ini di bawah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dapat dipercaya mematuhi kesepakatan, Trump menjawab hal itu masih menjadi pertanyaan besar.
“Itu pertanyaan bagus. Banyak orang bilang tidak. Saya lebih memilih membuat kesepakatan, tapi harus kesepakatan yang bagus — tanpa senjata nuklir, tanpa rudal, dan semua hal yang memang harus dibatasi,” ujarnya.
Trump menambahkan bahwa pemerintah Iran selama ini “sangat tidak jujur” dalam berhubungan dengan Amerika Serikat.
Trump dan Netanyahu Bahas Prinsip Negosiasi Iran
Wawancara Trump tersebut berlangsung menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Keduanya dijadwalkan membahas prinsip-prinsip negosiasi dengan Iran.
Sebelum bertolak ke Washington, Netanyahu mengatakan prinsip negosiasi itu penting tidak hanya bagi Israel, tetapi juga bagi semua pihak yang menginginkan perdamaian dan keamanan, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






