Ali Khamenei Tewas, Iran Nyatakan 40 Hari Berkabung Nasional

AKURAT.CO Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Menurut laporan tersebut, Khamenei disebut tewas saat berada di kantornya pada Sabtu dini hari.
Media negara menyatakan bahwa saat kejadian, ia sedang menjalankan tugas kenegaraan seperti biasa.
“Serangan pengecut ini terjadi pada dini hari Sabtu,” demikian pernyataan yang dikutip dari media resmi Iran.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Khamenei.
“Kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan sedang berduka atasnya, seorang pemimpin yang unik dalam kemurnian jiwa, kekuatan iman, kecerdikan dalam urusan negara, keberanian menghadapi pihak yang arogan, serta perjuangan di jalan Tuhan,” bunyi pernyataan tersebut.
Pemerintah Iran juga mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Sebelum serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terjadi, Ayatollah Ali Khamenei berulang kali menegaskan bahwa kematian hanyalah soal waktu dan tidak akan menggoyahkan pemerintahan Republik Islam Iran.
Ia juga menyatakan, negaranya telah bersiap menghadapi perang jangka panjang, termasuk menyiapkan mekanisme suksesi kepemimpinan apabila dirinya wafat akibat serangan AS dan sekutunya.
Baca Juga: Iran Konfirmasi Khamenei Tewas, AS-Israel Lanjutkan Serangan Tanpa Henti
Serangan dan Balasan
Serangan yang diklaim menewaskan Khamenei merupakan bagian dari operasi militer besar yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut momen ini sebagai “kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.”
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan.
Laporan menyebutkan adanya serangan yang menghantam wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk. Situasi ini memicu ketegangan luas di kawasan Timur Tengah.
Di dalam negeri Iran, serangan tersebut memicu kepanikan. Warga dilaporkan mulai meninggalkan beberapa kota besar karena khawatir konflik akan semakin meluas.
Perkembangan situasi masih berlangsung dan informasi terus diperbarui.
Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kini berada pada titik paling genting dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak geopolitik yang berpotensi meluas ke seluruh kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









