Akurat Logo

Eks Direktur FBI James Comey Didakwa karena Postingan Foto Kerang: Dianggap Ancaman Pembunuhan terhadap Trump

Fitra Iskandar | 29 April 2026, 08:31 WIB
Eks Direktur FBI James Comey Didakwa karena Postingan Foto Kerang: Dianggap Ancaman Pembunuhan terhadap Trump
James Comey dan unggahan kerang di media sosial. Foto: Youtube ABC7

AKURAT.CO Mantan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), James Comey, kembali menjadi sorotan setelah didakwa atas unggahan foto kerang di pantai yang ditafsirkan sebagai ancaman terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dakwaan tersebut diumumkan Selasa waktu AS oleh Departemen Kehakiman AS. Comey dituduh “secara sadar dan sengaja membuat ancaman untuk menghilangkan nyawa atau melukai Presiden Amerika Serikat serta mengirimkan komunikasi yang mengandung ancaman tersebut melalui jalur perdagangan antarnegara dan internasional.”

Kedua dakwaan itu masing-masing membawa ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.

Comey: “Saya Masih Tidak Bersalah”

Menanggapi dakwaan tersebut, Comey membantah keras tuduhan itu. Dalam video yang diunggah di media sosial, ia menegaskan dirinya tidak bersalah.

“Mereka kembali lagi. Kali ini soal foto kerang di pantai North Carolina setahun lalu,” kata Comey.

“Tapi tidak ada yang berubah pada diri saya. Saya masih tidak bersalah. Saya tidak takut dan saya tetap percaya pada independensi peradilan federal. Jadi, mari kita hadapi ini.”

Kasus ini bermula dari unggahan Instagram pada Mei tahun lalu yang menampilkan susunan kerang membentuk angka “86 47”.

Makna Terselubung di Balik Angka “86 47”

Dalam konteks slang Amerika, angka 86 kerap digunakan untuk berarti “mengusir” atau “menyingkirkan”. Sementara 47 merujuk pada Trump sebagai Presiden ke-47 AS.

Menurut kamus Merriam-Webster, angka 86 bisa berarti “menolak layanan” atau “mengeluarkan seseorang”, bahkan dalam penggunaan terbaru dapat diartikan sebagai “membunuh”, meski belum menjadi definisi utama.

Comey sendiri mengaku tidak menyadari interpretasi kekerasan dari angka tersebut.

“Saya tidak menyadari beberapa orang mengaitkan angka itu dengan kekerasan. Itu tidak pernah terpikirkan oleh saya. Saya menentang segala bentuk kekerasan, jadi saya langsung menghapus unggahan itu,” ujarnya.

Unggahan tersebut memang dihapus hanya sehari setelah dipublikasikan.

Trump: “Anak Kecil Juga Tahu Artinya”

Namun, Trump memiliki pandangan berbeda. Dalam wawancara dengan Fox News Channel pada Mei 2025, ia menilai Comey paham betul makna pesan tersebut.

“Seorang anak kecil saja tahu artinya,” kata Trump.

“Jika Anda mantan Direktur FBI dan tidak tahu artinya, itu berarti pembunuhan. Pesannya sangat jelas.”

Tekanan Politik dan Tuduhan Balas Dendam

Langkah hukum ini muncul di tengah tekanan dari Partai Republik dan pejabat pemerintahan Trump yang menganggap unggahan Comey sebagai ancaman terselubung.

Pelaksana tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa ancaman terhadap presiden tidak akan ditoleransi.

“Mengancam nyawa siapa pun adalah tindakan berbahaya dan berpotensi kriminal. Mengancam Presiden Amerika Serikat tidak akan pernah ditoleransi oleh Departemen Kehakiman,” ujarnya.

Namun, langkah ini juga memicu kritik. Sejumlah pihak menilai kasus baru terhadap Comey berpotensi dianggap sebagai upaya balas dendam politik, terutama karena sebelumnya ia juga sempat didakwa dalam kasus berbeda yang akhirnya dibatalkan hakim.

Comey sendiri bukan sosok asing dalam konflik dengan Trump. Ia pernah memimpin penyelidikan awal terkait dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 sebelum akhirnya dipecat oleh Trump pada awal masa jabatan pertamanya.

Sejak saat itu, hubungan keduanya terus memanas dan diwarnai konflik terbuka yang kini kembali berlanjut di meja hijau.

Sumber: Thenewdaily

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.