Akurat Logo

Menakut-nakuti Iran, Trump Unggah Foto Memegang Senjata: Tak Ada Lagi Mr Nice Guy

Fitra Iskandar | 29 April 2026, 16:15 WIB
Menakut-nakuti Iran, Trump Unggah Foto Memegang Senjata: Tak Ada Lagi Mr Nice Guy
Menakut-nakuti Iran, Trump Unggah Foto Memegang Senjata. Foto: Truthsocial

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memanaskan tensi dengan Iran setelah mengunggah foto dirinya membawa senjata dengan latar ledakan di wilayah Iran. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan sikap keras terhadap Teheran.

“Iran tidak bisa mengatur dirinya sendiri… tidak ada lagi Mr Nice Guy,” tulis Trump dalam unggahan yang langsung memicu reaksi luas.

Tawaran Iran Ditolak, Ketegangan Meningkat

Pernyataan tersebut muncul hanya sehari setelah Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Di saat bersamaan, Iran mengajukan proposal untuk meredakan ketegangan dengan membuka kembali Strait of Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia.

Sebagai syarat, Teheran meminta AS mencabut blokade ekonomi dan mengakhiri konflik. Proposal itu disebut disampaikan melalui Pakistan, namun sinyal dari Trump menunjukkan penolakan.

Kebuntuan ini terjadi di tengah gencatan senjata rapuh antara kedua pihak, setelah konflik yang juga melibatkan Israel sejak 28 Februari lalu.Dampak Global: Harga Energi Melonjak

Penutupan Selat Hormuz berdampak besar terhadap ekonomi global. Harga minyak dan bahan bakar melonjak tajam, menekan perekonomian dunia serta meningkatkan harga pangan, pupuk, dan kebutuhan pokok lainnya.

Kondisi ini juga memberi tekanan politik pada Trump menjelang pemilu paruh waktu, sekaligus mempengaruhi negara-negara Teluk yang bergantung pada jalur tersebut untuk ekspor energi.

Blokade AS sendiri dirancang untuk membatasi ekspor minyak Iran, sehingga mengurangi pemasukan utama negara tersebut.

Serangan Siber dan Ancaman Baru

Di tengah ketegangan militer, konflik juga merambah dunia siber. Kelompok peretas Handala Hack Team, yang dikaitkan dengan Kementerian Intelijen Iran, mengklaim telah membocorkan data ribuan personel militer AS di kawasan Teluk.

Dalam pernyataan di Telegram, mereka menulis:
“Hari ini, sebagai demonstrasi kemampuan kami, kami mempublikasikan data pribadi lengkap 2.379 marinir AS di kawasan Teluk Persia. Ini hanya sebagian kecil dari kemampuan pengawasan kami.”

Kelompok tersebut juga mengejek sistem keamanan AS sebagai “ilusi kosong”.

Sebelumnya, mereka dilaporkan meretas akun pejabat tinggi penegak hukum AS dan menyebarkan email serta foto pribadi.

Konflik Kian Memanas

Ancaman terhadap personel militer AS di Timur Tengah terus meningkat seiring konflik yang belum menunjukkan tanda mereda. Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas energi dan keamanan internasional.

Dengan sikap keras terbaru dari Trump dan penolakan terhadap proposal Iran, krisis di kawasan Timur Tengah diprediksi akan semakin memanas dalam waktu dekat.

Sumber: Metro

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.