Akurat Logo

Irak Tegas Tolak Wilayahnya Dipakai untuk Serangan ke Negara Lain

Fitra Iskandar | 18 Mei 2026, 09:56 WIB
Irak Tegas Tolak Wilayahnya Dipakai untuk Serangan ke Negara Lain
Irak Tegas Tolak Wilayahnya Dipakai untuk Serangan ke Negara Lain. Peta Irak. Foto: Google Map

AKURAT.CO Pemerintah Irak menegaskan tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai jalur maupun tempat peluncuran serangan terhadap negara lain. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Sabah al-Numan, pada Minggu (18/5/2026).

Ia menekankan bahwa Baghdad berkomitmen menjaga stabilitas dalam negeri dengan menghindari keterlibatan dalam konflik regional maupun internasional.

Dalam keterangannya kepada kantor berita resmi Irak, INA, al-Numan mengatakan pemerintah saat ini fokus memperkuat keamanan nasional dan mencegah aktivitas bersenjata di luar kendali negara.

“Irak tidak akan mengizinkan wilayahnya menjadi jalur lintasan atau titik peluncuran serangan terhadap negara lain,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembatasan kepemilikan senjata hanya di bawah kontrol negara menjadi bagian utama strategi keamanan pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengakhiri aktivitas kelompok bersenjata di luar kerangka hukum resmi.

Selain itu, Irak juga menolak campur tangan asing dalam urusan domestiknya. Menurut al-Numan, pemerintah ingin melindungi negara dari dampak keamanan dan politik akibat konflik yang terus memanas di kawasan.

Sikap tegas ini muncul setelah Perdana Menteri Irak, Ali Al-Zaidi, berjanji akan menempatkan seluruh senjata di bawah kendali negara. Komitmen tersebut menjadi bagian dari program reformasi yang ia usung usai memperoleh dukungan parlemen pekan lalu.

Pengamat menilai langkah pemerintah Irak ini bertujuan mencegah negara tersebut terseret lebih jauh dalam rivalitas geopolitik Timur Tengah yang melibatkan berbagai kekuatan regional maupun internasional.

Sumber: AA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.