Akurat Logo

Paus Bungkuk Tempuh Perjalanan Laut Terjauh di Dunia, Dari Australia ke Brasil Sejauh 15.000 Km

Fitra Iskandar | 20 Mei 2026, 15:16 WIB
Paus Bungkuk Tempuh Perjalanan Laut Terjauh di Dunia, Dari Australia ke Brasil Sejauh 15.000 Km
Paus Bungkuk Tempuh Perjalanan Laut Terjauh di Dunia, Dari Australia ke Brasil Sejauh 15.000 Km. Ilustrasi: Pixabay

AKURAT.CO Dua paus bungkuk mencatat perjalanan migrasi laut terpanjang yang pernah tercatat setelah berpindah antara perairan Australia dan Brasil sejauh lebih dari 15.000 kilometer. Temuan mengejutkan itu diungkap dalam penelitian internasional yang dipublikasikan pada 20 Mei.

Tim ilmuwan dari berbagai negara berhasil mengidentifikasi dua paus tersebut melalui puluhan ribu foto ekor paus yang dikumpulkan selama bertahun-tahun. Pola unik pada ekor paus memungkinkan peneliti memastikan bahwa hewan yang terlihat di dua belahan dunia itu adalah individu yang sama.

Salah satu paus pertama kali terlihat di Queensland, Australia, pada 2007. Dua belas tahun kemudian, paus yang sama muncul di dekat Sao Paulo, Brasil, setelah menempuh perjalanan laut sekitar 14.200 kilometer melintasi samudra.

Paus lainnya tercatat pertama kali di perairan Bahia, Brasil, sebelum akhirnya terlihat kembali 22 tahun kemudian di Hervey Bay, Australia. Jarak perpindahannya mencapai sekitar 15.100 kilometer.

Para peneliti menyebut temuan tersebut sebagai jarak terjauh yang pernah tercatat antara dua dokumentasi foto dari paus bungkuk yang sama.

Meski sangat jarang terjadi, perjalanan lintas samudra seperti ini dianggap penting bagi keberlangsungan populasi paus bungkuk di dunia.

Peneliti dari Griffith University sekaligus penulis laporan, Stephanie Stack, mengatakan perpindahan paus antarwilayah berkembang biak dapat membantu menjaga keragaman genetik populasi paus global.

Menurutnya, paus-paus tersebut juga kemungkinan membawa pola nyanyian baru dari satu wilayah ke wilayah lain. Lagu paus bungkuk diketahui dapat menyebar lintas samudra, mirip seperti tren musik yang berpindah antarmanusia.

Penelitian ini juga memperkuat teori yang dikenal sebagai “Southern Ocean Exchange”. Teori tersebut menyebut paus bungkuk terkadang menuju wilayah makan di Antartika, tetapi kembali melalui jalur berbeda hingga berakhir di area berkembang biak yang sama sekali baru.

Para ilmuwan menduga perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan migrasi ekstrem tersebut. Perubahan kondisi Samudra Selatan, termasuk pergeseran es laut dan distribusi krill Antartika sebagai makanan utama paus, diyakini memengaruhi pola perjalanan mamalia laut raksasa itu.

Paus bungkuk sendiri dapat tumbuh hingga panjang 17 meter dan dikenal sebagai salah satu spesies paus migran dengan rute perjalanan paling jauh di dunia.

Sumber: Thestraitstimes

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.