Mengenal Badai Daniel Yang Menewaskan 6000 Orang Di Libya

AKURAT.CO Secara umum badai adalah fenomena alam yang melibatkan kondisi cuaca ekstrem yang seringkali berbahaya.
Badai biasanya ditandai oleh angin kencang, hujan deras, salju, petir dan kondisi cuaca ekstrem lainnya. Badai ini dapat berlangsung dalam waktu yang singkat atau berhari-hari.
Jenis-jenis Badai
- Badai tropis: badai yang berkembang di lautan tropis, dikenal dengan nama lain seperti taifun, siklon tropis, atau hurikan tergantung pada wilayah geografisnya
- Badai salju: badai ini terjadi saat ada curah hujan salju yang besar, seringkali disertai dengan angin kencang pula.
- Badai petir: badai dengan aktivitas petir yang kuat dan seringkali disertai dengan hujan yang lebat.
Baca Juga: Badai Tropis Hilary Sebabkan Banjir Bandang Di California
Badai Daniel
Pantai Mediterania pada Minggu (10/9/2023) diterjang badai yang disertai angin dengan kencang sekitar 70-80 kilometer per jam. Peristiwa ini menewaskan 6.000 orang di Libya disebabkan oleh Badai Daniel.
Dikutip dari beberapa sumber, Jumat (15/9/2023), Badai Daniel muncul di wilayah Yunani, nama tersebut diberikan oleh Hellenic National Meteorological Service. Badai ini berasal dari daerah Mediterania barat dan wilayah yang meliputi Laut Ionia hingga pesisir Afrika Utara.
Proses badai Daniel secara signifikan dipengaruhi oleh aliran panas dan kelembapan yang berasal dari laut Mediterania, yang semakin diperkuat oleh suhu tinggi di permukaan laut.
Ketika bergerak ke arah Libya, Badai Daniel mengalami perkembangan karakteristik Mediterranaen Hurricane, ini adalah fenomena hibrida yang menunjukkan beberapa karakteristik siklon tropis dan yang lainnya di antara jenis bidang lintang tengah. Aktivitas badai ini secara historis terjadi dalam periode bulan September hingga Januari.
Baca Juga: Badai Idalia Diperkirakan Akan Hantam Florida Sebagai Angin Topan
Dikutip dari World Meteorologizal Organization (WMO), badai Daniel memecahkan rekor curah hujan di Yunani pada 5-6 September 20203. Curah hujan tersebut sampai 750 mm dalam kurun waktu 24 jam, yang setara dengan hujan selama 18 bulan.
Sementara itu, Pusat Meteorologi Nasional Libya menyampaikan bahwa badai mencapai puncaknya di bagian timur laut Libya pada 10 September dengan angin bertiup pada kecepatan sekitar 70-80 kilometer per jamnya.
Hal tersebut berdampak pada gangguan dalam sistem komunikasi, jatuhnya menara listrik, dan tumbangnya pepohonan. Selain itu juga mengakibatkan ribuan kematian dan orang hilang. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







