Italia Menyita Emas, Vila Mewah, dan Uang Tunai yang Terkait dengan Keuntungan Perdagangan Narkoba Mafia Sisilia

AKURAT.CO Otoritas Italia menyita aset senilai lebih dari 200 juta euro atau sekitar Rp3,5 triliun yang diduga terkait jaringan perdagangan narkoba milik bos mafia terkenal Sisilia, Matteo Messina Denaro. Langkah besar ini disebut sebagai pukulan telak bagi upaya Mafia Sisilia membangun kembali kekuatan finansial mereka.
Penyitaan dilakukan dalam operasi anti-mafia besar-besaran yang melibatkan lebih dari 150 petugas polisi keuangan Italia. Operasi tersebut tidak hanya berlangsung di Italia, tetapi juga menjangkau sejumlah negara lain seperti Andorra, Gibraltar, Kepulauan Cayman, Swiss, Lebanon, Monako, dan Spanyol.
Dalam konferensi pers pada Kamis, penyidik mengungkap aset yang disita mencakup lebih dari 12 kilogram emas batangan, jutaan euro uang tunai, jam tangan mewah, hingga sekitar 20 properti premium bernilai tinggi.
Selain penyitaan aset, aparat juga menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam jalur pencucian uang hasil perdagangan narkoba yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Matteo Messina Denaro sendiri merupakan salah satu bos mafia paling diburu di Italia sebelum akhirnya ditangkap pada Januari 2023 setelah buron selama tiga dekade. Ia meninggal dunia di rumah sakit penjara sekitar sembilan bulan setelah penangkapannya.
Selama bertahun-tahun, Denaro diadili secara in absentia dan divonis atas puluhan kasus pembunuhan. Ia juga diketahui terlibat dalam dua aksi pengeboman besar pada 1992 yang menewaskan jaksa anti-mafia ternama Italia, Giovanni Falcone dan Paolo Borsellino.
Jaksa nasional anti-mafia Italia, Giovanni Melillo, mengatakan operasi penyitaan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menghancurkan fondasi ekonomi Mafia Sisilia.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah organisasi kriminal itu kembali membangun jaringan internasional yang mampu memengaruhi sistem keuangan global melalui intimidasi dan aktivitas ilegal.
Kasus ini kembali menunjukkan bahwa mafia Italia masih memiliki jaringan finansial lintas negara yang kuat, meski sejumlah tokoh utamanya telah ditangkap atau meninggal dunia.
Sumber: Asiaone
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







