Menhan Italia Tegaskan Rencana Pengamanan Selat Hormuz Bukan Misi Perang

AKURAT.CO Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menepis anggapan bahwa kesiapan sejumlah negara Eropa dan non-Eropa untuk menjaga pelayaran di Selat Hormuz merupakan “misi perang”.
Melalui akun media sosial X, Crosetto, Kamis (19/3) menyebut telah muncul penafsiran yang keliru terhadap dokumen yang disetujui beberapa negara, termasuk Italia.
Ia menegaskan tidak ada misi perang dalam langkah tersebut. Menurut dia, tidak akan ada masuk ke Selat Hormuz tanpa tercapainya gencatan senjata dan tanpa adanya inisiatif multilateral yang lebih luas.
Crosetto juga menekankan pentingnya upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz secara aman. Ia menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB perlu menyediakan landasan hukum bagi inisiatif damai dan multilateral untuk mewujudkan tujuan itu.
Sejumlah Negara Nyatakan Siap Dukung Pengamanan
Para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang sebelumnya menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung upaya memastikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut siap berkontribusi dalam langkah-langkah yang dinilai tepat untuk menjamin keselamatan pelayaran di jalur strategis tersebut.
Mereka juga menyambut komitmen negara-negara yang telah terlibat dalam perencanaan awal terkait pengamanan Selat Hormuz.
Ketegangan Timur Tengah Terus Meningkat
Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama ke Iran pada 28 Februari.
Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









