Langkah Terbaru Trump untuk Menekan, AS Jatuhkan Sanksi kepada Presiden Kuba

AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Kuba dengan menjatuhkan sanksi kepada Presiden Kuba Miguel Diaz Canel, istrinya, serta sejumlah tokoh yang memiliki hubungan dengan keluarga Castro.
Langkah terbaru ini diumumkan pemerintah AS pada Kamis (4/6/2026) sebagai bagian dari kebijakan yang semakin agresif terhadap kepemimpinan komunis di Havana. Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset yang berada dalam yurisdiksi Amerika Serikat dan pembatasan akses terhadap sistem keuangan AS.
Selain Diaz Canel, daftar sanksi juga mencakup Alejandro Castro Espin, putra mantan Presiden Kuba Raul Castro, serta Raul Alejandro Castro Calis. Beberapa institusi yang terkait dengan aparat keamanan dan militer Kuba juga turut menjadi sasaran kebijakan Washington.
Trump Tingkatkan Tekanan terhadap Kuba
Sanksi terbaru ini muncul setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang memperluas pembatasan terhadap pemerintah Kuba dan pihak-pihak yang dianggap mendukung rezim tersebut. Pemerintah AS menilai Kuba masih menjadi ancaman bagi kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan Kuba saat ini menghadapi krisis ekonomi yang sangat berat, ditandai dengan kekurangan energi, kelangkaan bahan bakar, serta memburuknya kondisi kehidupan masyarakat.
"Kami hanya ingin Kuba menjadi negara yang dikelola dengan baik," ujar Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih.
Kuba Balas Tuduhan AS
Presiden Miguel Diaz Canel mengecam langkah Washington dan menuduh pemerintahan Trump sengaja memperketat blokade ekonomi terhadap Kuba.
Menurut Diaz Canel, kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan tekanan terhadap rakyat Kuba dan memperburuk situasi ekonomi di negara itu. Ia menegaskan pemerintahannya akan tetap bertahan menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.
Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring memburuknya krisis energi dan ekonomi di Kuba. Berbagai pembatasan baru yang diterapkan Washington disebut telah memperdalam pemadaman listrik, mengganggu pasokan bahan bakar, serta memperberat kondisi ekonomi pulau Karibia tersebut.
Spekulasi Soal Langkah Berikutnya
Sejumlah analis menilai sanksi terhadap Diaz Canel dan lingkaran elite Kuba dapat menjadi sinyal bahwa Washington ingin meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Havana.
Meski demikian, para pengamat juga menilai efektivitas sanksi tersebut masih menjadi tanda tanya karena sebagian besar pejabat Kuba yang terkena sanksi diperkirakan tidak memiliki aset signifikan di Amerika Serikat.
Langkah terbaru ini semakin memperdalam ketegangan antara Washington dan Havana yang telah berlangsung selama puluhan tahun, sekaligus menambah ketidakpastian bagi Kuba yang tengah menghadapi salah satu krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
Sumber: ITV
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum








