Menlu Turki Sebut Netanyahu Jadi Beban Israel dan Ancaman bagi Keamanan Dunia

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan melontarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurutnya, kebijakan pemerintahan Netanyahu tidak hanya merugikan Israel, tetapi juga menjadi ancaman bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan internasional.
Dalam wawancara dengan media berbasis di Abu Dhabi, The National, yang dipublikasikan pada Jumat (10/7/2026), Fidan menilai kepemimpinan Netanyahu telah memperburuk situasi geopolitik di kawasan.
"Kebijakan pemerintahan Netanyahu bukan hanya menjadi masalah bagi kami. Kebijakan dan pemerintahannya merupakan beban bagi Israel, beban bagi kawasan, sekaligus ancaman terhadap keamanan internasional," ujar Fidan.
Turki Tegaskan Tak Ingin Konflik Terbuka dengan Israel
Meski hubungan Ankara dan Tel Aviv terus memanas akibat konflik di Gaza dan ketegangan regional, Fidan menegaskan Turki tidak menginginkan konfrontasi militer secara langsung dengan Israel.
Ia menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai pemimpin yang mengedepankan perdamaian dan tidak mudah terpancing oleh provokasi.
"Tidak ada alasan untuk terjadi konflik terbuka. Presiden Erdogan adalah pemimpin yang mengutamakan perdamaian dan kebijaksanaan. Ia tidak akan terpancing ke dalam situasi seperti itu," kata Fidan.
Soroti Perhatian Dunia yang Beralih dari Gaza
Fidan juga menilai perhatian masyarakat internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza mulai berkurang sejak pecahnya konflik terbaru di kawasan Teluk.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat tekanan internasional terhadap Israel melemah, padahal dunia perlu terus mendorong agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke wilayah Palestina.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Palestina membutuhkan dukungan internasional yang lebih besar agar distribusi bantuan kemanusiaan dapat berjalan tanpa hambatan.
Turki Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
Dalam wawancara tersebut, Fidan menegaskan Turki memiliki posisi strategis untuk menjadi mediator berbagai konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, Ankara memahami dinamika politik di kawasan dan memiliki hubungan komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat.
"Kami mengenal semua pihak dan memahami dinamika setiap konflik. Karena itu, kami berada pada posisi terbaik untuk memahami situasi dan membantu menghentikan konflik-konflik tersebut," ujarnya.
Fidan menambahkan bahwa solusi jangka panjang hanya dapat tercapai jika seluruh negara di kawasan menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







