Rudal Iran Hantam Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, Pelaut India Tewas

AKURAT.CO Media Iran melaporkan militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah wilayah strategis Iran, sementara Teheran mengklaim telah membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah dan dua kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Laporan menyebutkan serangan udara Amerika menghantam beberapa lokasi penting di Iran, termasuk Pulau Kish, Pulau Qeshm, Bushehr, serta kota pelabuhan strategis Bandar Abbas. Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah titik, memperburuk eskalasi konflik yang kini memasuki fase lebih berbahaya.
Sebagai respons, Iran mengklaim telah meluncurkan serangan balasan yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. Selain itu, Teheran juga mengaku menyerang dua kapal tanker minyak yang sedang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia.
Menurut Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA), dua kapal tanker berbendera Emirat, Mombasa dan Al Bahiyah, menjadi sasaran rudal jelajah Iran saat berlayar di jalur pelayaran selatan Selat Hormuz yang berada di perairan teritorial Oman.
Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di antara awak kapal. Seorang pelaut asal India yang bertugas di kapal Mombasa dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.
Selain korban meninggal, delapan awak kapal lainnya mengalami luka-luka. Rinciannya, enam warga negara India dan dua warga Ukraina menjadi korban, dengan empat di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Insiden ini menjadi salah satu serangan paling serius terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur pelayaran internasional yang menjadi nadi distribusi minyak dunia.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dalam beberapa jam ke depan.
Trump juga menyatakan Amerika Serikat akan bertindak sebagai "penjaga" Selat Hormuz dan mengusulkan penerapan biaya transit sebesar 20 persen bagi kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.
Pernyataan itu diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Teluk, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Eskalasi terbaru antara Washington dan Teheran pun memicu kekhawatiran global terhadap keselamatan pelayaran komersial, stabilitas pasokan energi, serta keamanan ribuan awak kapal yang setiap hari melintasi salah satu koridor energi tersibuk di dunia.
Sumber: Timeskuwait
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








