Swiss Bentuk Pusat Drone Baru dan Batalion Khusus untuk Perkuat Pertahanan

AKURAT.CO Pemerintah Swiss berencana membentuk pusat unggulan sistem nirawak atau drone sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan dan mengikuti perkembangan teknologi militer modern.
Rencana tersebut diumumkan Menteri Pertahanan Swiss Martin Pfister, Kepala Angkatan Bersenjata Benedikt Roos, dan Direktur armasuisse Urs Loher dalam sebuah kegiatan di lapangan parade militer pada Kamis.
Menurut laporan Swissinfo, Departemen Federal Pertahanan, Perlindungan Sipil, Olahraga, dan Angkatan Bersenjata Swiss (DDPS) juga akan membentuk batalion drone baru serta sekolah rekrutmen khusus untuk sistem nirawak.
Pusat Drone Gabungkan Militer, Industri, dan Universitas
Pusat baru tersebut akan menjadi wadah untuk mengembangkan, menguji, dan mengintegrasikan teknologi drone ke dalam angkatan bersenjata Swiss.
Konsepnya akan mempertemukan kebutuhan operasional pasukan dengan keahlian teknologi dari industri persenjataan serta pengetahuan yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.
Dengan model tersebut, Swiss berharap pengembangan sistem nirawak dapat dilakukan lebih cepat sekaligus memastikan teknologi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan militer di lapangan.
Pusat tersebut juga akan menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan baru Swiss menghadapi perubahan karakter peperangan modern yang semakin banyak memanfaatkan sistem tanpa awak.
Batalion Drone Mulai Dibentuk pada 2028
Selain pusat teknologi, militer Swiss dijadwalkan memiliki batalion drone mulai 2028.
Batalion tersebut akan difokuskan pada kemampuan pengintaian dan pertahanan, sehingga drone tidak hanya digunakan untuk memperoleh informasi di medan operasi, tetapi juga mendukung kebutuhan pertahanan militer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








