Kolombia Gempur Basis Pemberontak, 20 Gerilyawan Tewas dalam Serangan Udara
AKURAT.CO Sedikitnya 20 gerilyawan tewas dalam serangan udara militer Kolombia yang menargetkan wilayah kekuasaan kelompok pemberontak di Departemen Guaviare, Kolombia selatan. Operasi tersebut menjadi bagian dari eskalasi ofensif pemerintah baru terhadap kelompok bersenjata yang didanai perdagangan narkoba dan penambangan ilegal.
Presiden Kolombia mengumumkan bahwa operasi dilakukan pada Senin (1/9/2026) dini hari dan menyasar pasukan di bawah komando Iván Mordisco, pemimpin pemberontak yang masuk dalam daftar buronan paling dicari di negara tersebut.
Pemerintah Baru Perketat Operasi Militer
Serangan terbaru menandai meningkatnya tekanan militer sejak presiden berhaluan keras yang dikenal sebagai sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menjabat. Pemerintah menegaskan akan memperluas operasi terhadap kelompok bersenjata yang memperoleh pendanaan dari perdagangan narkotika, penambangan ilegal, dan praktik pemerasan.
Sebelumnya, pemerintahan Trump juga menjanjikan bantuan keamanan senilai USD1 miliar kepada Kolombia untuk mendukung pemberantasan kelompok kriminal bersenjata.
Iván Mordisco Pimpin Faksi Pembangkang FARC
Iván Mordisco merupakan pemimpin Estado Mayor Central (EMC), salah satu kelompok bersenjata ilegal terbesar di Kolombia. EMC adalah faksi pembangkang Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) yang menolak bergabung dalam perjanjian damai tahun 2016.
Kelompok tersebut kini menjadi salah satu aktor utama dalam gelombang kekerasan yang kembali meningkat di Kolombia, yang menghadapi tingkat konflik terburuk dalam hampir satu dekade terakhir.
Sorotan Rekrutmen Anak oleh Kelompok Bersenjata
Serangan udara ini terjadi hanya beberapa hari setelah dua operasi militer mematikan lainnya pada Agustus. Sumber dari otoritas forensik Kolombia mengungkapkan bahwa empat anak di bawah umur termasuk di antara korban tewas dalam salah satu serangan pekan lalu, meski identitas dan peran mereka belum dijelaskan.
Kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa organisasi pemberontak semakin gencar merekrut anak-anak dan remaja melalui kampanye media sosial yang dirancang untuk menarik anggota baru.
Sumber: France24
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








