Turis Kanada Tewas, 13 Luka dalam Penembakan di Situs Teotihuacan Meksiko

AKURAT.CO Seorang wisatawan asal Kanada tewas dan 13 orang lainnya luka-luka dalam insiden penembakan di situs arkeologi Teotihuacan, Meksiko, pada Senin (20/4/2026) waktu setempat.
Pelaku, yang belum diketahui kewarganegaraannya, mengakhiri hidupnya setelah melepaskan tembakan di lokasi wisata populer tersebut, kata Sekretaris Keamanan Negara Bagian Meksiko Cristobal Castaneda.
Enam orang dilaporkan mengalami luka tembak dan dirawat di rumah sakit setempat, termasuk seorang perempuan asal Kanada, seorang perempuan dan anak dari Kolombia, satu warga Brasil, serta dua warga Amerika Serikat.
Sementara itu, tujuh orang lainnya mengalami luka saat berusaha menyelamatkan diri di lokasi kejadian, di antaranya warga Rusia, Kolombia, Brasil, dan empat warga Amerika Serikat.
Insiden yang terjadi pada siang hari itu mengejutkan para wisatawan di salah satu situs prasejarah paling terkenal di Meksiko, sekitar 50 kilometer dari Mexico City. Peristiwa ini terjadi kurang dari dua bulan menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Rekaman AFPTV menunjukkan jenazah korban dibungkus kain putih dan dievakuasi dari area piramida. Aparat setempat menyita senjata api, pisau, serta amunisi yang belum digunakan, dan mengevakuasi seluruh pengunjung dari lokasi.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyebut insiden tersebut sebagai “tindakan kekerasan bersenjata yang mengerikan”.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan mengirim personel untuk membantu penanganan di lokasi. “Apa yang terjadi hari ini di Teotihuacan sangat menyakitkan bagi kami,” ujarnya.
Penembakan dilaporkan terjadi di area Piramida Bulan, salah satu struktur setinggi sekitar 45 meter yang dapat dinaiki wisatawan.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan pelaku menembakkan pistol dari bagian tengah piramida, sementara pengunjung berlindung di tangga atau berusaha melarikan diri.
Situs Teotihuacan, yang berusia lebih dari 2.000 tahun dan ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, menarik lebih dari 1,8 juta pengunjung sepanjang 2025.
Meski Meksiko kerap dilanda kekerasan terkait kartel narkoba, penembakan acak di lokasi wisata tergolong jarang terjadi, dan ini disebut sebagai kasus pertama dalam beberapa dekade terakhir di situs arkeologi tersebut.
Salah satu wisatawan asal Amerika Serikat, Anna Durmont (37), mengatakan situasi awalnya tampak tenang. “Saya tidak mendengar suara tembakan. Baru ketika mendekat, terlihat ada keadaan darurat serius,” ujarnya.
Sumber: Arabnews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








