Akurat Logo

Colosseum Roma Jadi Zona Merah, Kejahatan dan Kericuhan Bikin Pemerintah Perketat Keamanan

Fitra Iskandar | 7 September 2026, 07:35 WIB
Colosseum Roma Jadi Zona Merah, Kejahatan dan Kericuhan Bikin Pemerintah Perketat Keamanan
Koloseum - Pixabay

AKURAT.CO Pemerintah Kota Roma, Italia, memperketat pengamanan di sekitar Koloseum setelah kawasan wisata ikonik tersebut menghadapi peningkatan gangguan keamanan, mulai dari kejahatan terhadap wisatawan, peredaran narkoba hingga bentrokan yang melibatkan puluhan orang.

Kawasan di sekitar Koloseum kini ditetapkan sebagai "red zone" atau zona merah keamanan. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 24 Agustus 2026 dan akan diterapkan selama empat bulan hingga 24 Desember 2026.

Penetapan kawasan dengan pengawasan khusus itu mencakup Koloseum, Imperial Forums, Colle Oppio, serta sejumlah lokasi penting di pusat kota Roma.

Berdasarkan perintah yang dikeluarkan Prefek Roma Lamberto Giannini, aparat memiliki kewenangan untuk mengusir orang-orang tertentu dari kawasan tersebut apabila mereka menunjukkan perilaku kekerasan, mengancam, atau terus-menerus mengganggu ketertiban umum dan dinilai dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Bentrokan 50 Orang Jadi Titik Balik

Keputusan memperketat keamanan di sekitar Koloseum tidak muncul begitu saja. Pemerintah menyebut kawasan tersebut mengalami kembali peningkatan gangguan ketertiban yang dalam beberapa kasus melibatkan kelompok anak muda.

Dokumen pemerintah menyebut adanya laporan mengenai kejahatan terhadap wisatawan, perkelahian hingga penggunaan kembang api di sekitar Koloseum.

Kembang api bahkan diduga digunakan sebagai cara untuk mengalihkan perhatian calon korban sebelum melakukan aksi kriminal.

Situasi mencapai titik serius pada 1 Juli 2026. Saat itu, polisi Roma merespons laporan mengenai kembang api yang dinyalakan di sekitar Koloseum.

Menurut dokumen tersebut, sekitar 50 warga negara non-Uni Eropa diduga melakukan perlawanan terhadap petugas yang datang ke lokasi. Dalam insiden itu, properti kepolisian disebut mengalami kerusakan.

Kelompok tersebut juga dilaporkan mengepung sejumlah petugas. Dua polisi mengalami luka ringan dalam kejadian yang oleh kantor berita ANSA disebut sebagai pertemuan yang tidak memiliki izin di Piazza del Colosseo.

Titik Rawan di Sekitar Colosseum

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian aparat adalah Largo Gaetana Agnesi, sebuah teras yang berada di atas stasiun Metro Colosseo dan menawarkan pemandangan langsung ke Koloseum.

Lokasi tersebut disebut kerap menjadi tempat berkumpul kelompok yang menjadi perhatian aparat keamanan.

Taman Colle Oppio yang berada tidak jauh dari Colosseum juga masuk dalam radar pengawasan. Pemerintah menyebut terdapat aktivitas tertentu di kawasan itu yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Zona pengawasan baru tersebut mencakup sejumlah lokasi wisata dan ruang publik penting di pusat Roma, termasuk Piazza Venezia, Via dei Fori Imperiali, Piazza del Colosseo, Arch of Constantine hingga Piazza del Campidoglio.

Aturan Pengusiran Diperketat

Melalui kebijakan zona merah ini, aparat dapat mengambil tindakan terhadap individu yang dianggap melakukan tindakan kekerasan, mengancam, atau berulang kali mengganggu ketertiban.

Kewenangan tersebut juga dapat diterapkan terhadap orang-orang yang dalam lima tahun terakhir tercatat pernah dilaporkan terkait sejumlah tindak pidana tertentu.

Kategori yang menjadi perhatian antara lain kejahatan dengan sengaja terhadap orang maupun properti, sejumlah pelanggaran narkotika, pelanggaran terkait senjata, serta tindak pidana dengan unsur pemberatan tertentu yang berkaitan dengan kebencian.

Kebijakan itu diterbitkan Giannini setelah mendapat usulan dari kepala kepolisian Roma dan dibahas dalam Komite Provinsi untuk Ketertiban Umum dan Keamanan.

Metro Baru Bawa Tantangan Keamanan

Pemerintah Roma juga menyoroti perkembangan transportasi publik sebagai salah satu faktor yang membuat kawasan pusat kota semakin ramai.

Pembukaan stasiun Metro C yang melayani kawasan Koloseum menciptakan akses langsung antara pusat bersejarah Roma dan sejumlah kawasan di bagian timur kota.

Selain stasiun tersebut, terdapat pula stasiun kereta bawah tanah lain di dalam kawasan yang ditetapkan sebagai zona merah.

Arus penumpang dan wisatawan yang besar membuat kawasan tersebut semakin padat dan, menurut aparat, berpotensi meningkatkan peluang terjadinya kejahatan terhadap masyarakat maupun turis.

Pemerintah menilai patroli rutin, sistem pengawasan, pos keamanan permanen serta operasi gabungan "High Impact" telah memberikan hasil. Namun, berbagai langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menghentikan aksi kriminal berulang maupun mengembalikan sejumlah ruang publik agar dapat digunakan dengan nyaman oleh warga dan wisatawan.

Zona Keamanan Juga Diperluas di Termini

Pengetatan keamanan tidak hanya dilakukan di sekitar Koloseum.

Pemerintah Roma juga memperpanjang penerapan zona keamanan khusus di kawasan Esquilino, termasuk sejumlah jalan di sekitar Stasiun Termini dan Basilica Santa Maria Maggiore.

Kawasan Termini mendapat perhatian khusus karena masih menjadi lokasi berbagai demonstrasi yang membutuhkan pengawasan aparat.

Sementara itu, jumlah wisatawan dan peziarah yang datang ke Santa Maria Maggiore juga meningkat.

Basilika tersebut menjadi salah satu lokasi penting bagi para peziarah karena merupakan tempat makam Paus Fransiskus. Kerumunan besar wisatawan dan peziarah dinilai dapat menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan terhadap wisatawan.

Meski demikian, tidak semua zona keamanan khusus dipertahankan.

Penetapan sebelumnya di kawasan Valle Aurelia, termasuk di sekitar stasiun Metro Battistini dan Cornelia, telah dihentikan setelah aparat menilai penerapan langkah khusus tersebut tidak lagi memberikan manfaat yang signifikan.

Kebijakan baru di sekitar Koloseum menjadi bagian dari upaya Roma menjaga keamanan di tengah tingginya jumlah wisatawan serta meningkatnya aktivitas di pusat kota bersejarah tersebut.

Sumber: Foxnews

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.